Daerah

IWAPI Pangkalpinang Belajar Sukses UMKM Kue Tradisional di Belinyu

5
×

IWAPI Pangkalpinang Belajar Sukses UMKM Kue Tradisional di Belinyu

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BELINYU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Pangkalpinang mengunjungi home industri Toko Kenari di Jalan Kenanga Panji, Belinyu, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang belajar sekaligus menggali inspirasi dari pelaku usaha lokal yang mampu mempertahankan eksistensinya selama lebih dari empat dekade.

Kunjungan yang diikuti jajaran pengurus IWAPI dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Pangkalpinang tersebut merupakan bagian dari program kerja DPC IWAPI untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan anggotanya.

Di lokasi, peserta melihat langsung proses pembuatan berbagai kue tradisional khas Bangka, seperti kue kok dan bong li piang, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, proses produksi, hingga pengemasan sebelum dipasarkan.

Kue bong li piang sendiri merupakan salah satu kuliner khas Bangka yang berisi selai nanas dan menjadi simbol perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu di Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua DPC IWAPI Kota Pangkalpinang, Sri Kristin Sutanegara, mengatakan kunjungan industri ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pelaku UMKM.

“Di sini kita belajar bahwa sebuah produk lokal yang sukses tidak selalu harus dibuat menggunakan mesin modern. Keberhasilan justru lahir dari ketekunan, kesabaran, dan kreativitas,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Kristin didampingi Sekretaris DPC IWAPI Hastika Wati, Bendahara Elya Farida, serta jajaran pengurus lainnya.

Menurutnya, home industri seperti Toko Kenari membuktikan bahwa usaha lokal memiliki peluang besar untuk berkembang apabila mampu menjaga kualitas dan konsistensi produk.

“Kita sebagai pelaku UMKM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk publikasi media dan edukasi berkelanjutan agar usaha lokal semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, pemilik Toko Kenari, Rinda, mengungkapkan usaha keluarga tersebut telah berjalan secara turun-temurun selama lebih dari 40 tahun. Hingga kini, ia masih mengawasi langsung seluruh proses produksi untuk memastikan cita rasa dan kualitas produk tetap terjaga.

Komitmen menjaga kualitas inilah yang menjadi inspirasi bagi para anggota IWAPI dalam mengembangkan usaha masing-masing.

Sri Kristin yang akrab disapa Kak Iie menegaskan bahwa kunjungan ke sentra UMKM menjadi salah satu program yang paling diminati anggota IWAPI karena memberikan pengalaman belajar secara langsung.

“Kegiatan ini sangat efektif meningkatkan motivasi, wawasan, dan inspirasi berbisnis. Kami bisa melihat langsung budaya kerja, alur produksi, hingga standar kualitas yang diterapkan. Yang paling penting, kami belajar bagaimana UMKM lokal mampu bertahan, berkembang, dan tetap dipercaya masyarakat selama puluhan tahun,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi bekal bagi para pelaku UMKM di Pangkalpinang untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat ekonomi daerah melalui produk-produk lokal yang berkualitas. (Toto)

Tinggalkan Balasan