Daerah

APBD Banten Rp10 Triliun: Rp7 Triliun Habis untuk Operasional, Anggaran Jalan Rusak Cuma Sisa Rp900 Miliar!

0
×

APBD Banten Rp10 Triliun: Rp7 Triliun Habis untuk Operasional, Anggaran Jalan Rusak Cuma Sisa Rp900 Miliar!

Sebarkan artikel ini
images 11
Photo : Istimewa

TANGERANG — Kritik tajam terhadap tata kelola pemerintahan di Provinsi Banten kembali menjadi sorotan publik setelah video monolog dari aktivis muda asal Banten, Virdian Aurellio Hartono (Iyang), viral di media sosial. Mantan Ketua BEM Kema Unpad 2022 ini blak-blakan membongkar berbagai persoalan pelik, mulai dari dominasi politik dinasti hingga ketimpangan anggaran daerah.

Dalam videonya, figur publik yang dikenal vokal menyuarakan isu sosial dan lingkungan ini menyoroti alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten yang mencapai Rp10 triliun. Namun, ia menyayangkan proporsi penggunaannya yang dinilai tidak berpihak sepenuhnya pada pembangunan masyarakat.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“APBD Banten 10 triliun, 7 triliun dipakai buat operasional. Buat infrastruktur, yang kita tahu jalan di Banten masih rusak banyak, itu cuma 900 miliar lebih,” ujar Virdian dalam videonya.

Ia menilai, kondisi tersebut sangat kontras mengingat letak geografis Banten yang sangat dekat dengan Jakarta. Ketimpangan pembangunan ini membuat wilayah Banten seolah tertinggal jauh meski berada di sebelah ibu kota negara.

Selain masalah anggaran, Virdian juga menyoroti langgengnya praktik politik dinasti yang berganti rezim hingga tingkat kabupaten/kota. Kondisi ini, menurutnya, kerap memicu apatisme di kalangan generasi muda untuk turut serta memberikan kontribusi politik.

Kritik serupa turut diarahkan pada ketimpangan pembangunan antarwilayah. Ia mencontohkan kontras tajam antara kawasan komersial mewah di Tangerang Selatan dengan buruknya pelayanan publik serta pungutan liar. Sementara di Cilegon, pendapatan industri yang mencapai lebih dari Rp10 triliun dinilai tidak sebanding dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya berkisar Rp1 triliun.

Postingan yang mendulang interaksi tinggi dengan 5.235 likes dan 318 komentar ini seketika dibanjiri beragam respons dari warganet. Sebagian besar netizen tampak sepakat dan memberikan dukungan penuh atas aksi sang aktivis.

Salah satu dukungan datang dari pemilik akun @optimus822 yang menuliskan komentarnya, “Masyarakat Banten harus reformasi sekarang bang, kalau bukan dari sekarang kapan lagi, sudah muak sama pemerintah sekarang 🙅🙅”

Melalui narasi tersebut, aktivis muda ini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Banten, untuk tidak tinggal diam dan bersama-sama mendorong perubahan sistem tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan berkeadilan ke depan. [ cenks ]

Catatan Redaksi:

Artikel ini disusun berdasarkan transparansi informasi publik dan atensi media sosial guna mengangkat aspirasi serta diskursus kritis yang berkembang di tengah masyarakat. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab, klarifikasi, atau tanggapan dari pihak-pihak terkait maupun instansi pemerintahan bersangkutan demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang (cover both sides).

Tinggalkan Balasan