NASIONALXPOS.CO.ID, LEBAK – Rusaknya sumber mata air blok Citangkele dan Ciranji Desa Darmasari Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Banten diduga adanya kegiatan tambang (quarry) PT. Cemindo Gemilang yang kurang memperhatikan dampak lingkungan, sehingga berakibat buruk bagi para petani sawah blok Citangkele dan Ciranji.
Para petani sawah blok Citangkele dan Ciranji yang penggarapnya semua warga kampung Cinangga Desa Bayah timur Kecamatan Bayah Lebak Banten terancam
Puso, sudah barang tentu akan menggangu ketahanan pangan secara mikro.
Hasil pantauan beberapa awak media dan Kepala Desa Bayah Timur, Rabu (19/1/2022), benar adanya, ada dua blok areal pesawahan Ciranji dan Citangkele mengalami kekeringan bahkan taman padi yang masa pertumbuhan vegetatif mengalami layu permanen sehingga berpotensi gagal panen.
Ditemui di tempat beberapa petani mengeluhkan, pasalnya sudah dua tahun tanam kejadiannya sama seperti yang dialami salah seorang warga, ” sawah saya dan Ko’is sama sekali tidak bisa di garap lantaran sumber air kering semenjak adanya penambangan PT. Cemindo, padahal dulu sebelum ada kegiatan tambang kami bisa garap dua kali setahun,” kata Endi warga Cinangga.
Apalagi lanjutnya, “milik Iing kakak saya yang biasanya setiap panen sampai dua ratus ikat sekarang kering, kami berharap PT. Cemindo berfikir seperti apa yang kami rasakan selama ini,” kata Endi dengan raut yang sangat kecewa,” Rabu (19/1/2022).
Hal senada disampai Sardan, “Semenjak adanya penambangan PT. Cemindo mata air kering, kami sudah dua tahun mengalami hal serupa yaitu gagal panen padahal hanya ini yang bisa menghidupi keluarga kami,” keluhnya.
“Kami berharap kepada Perusahaan, harusnya memperhatikan masyarakat sekitar khususnya kami petani, ” Tegasnya (19/1/2022).
Dikonfirmasi di lapangan Rafik SE selaku Kepala Desa Bayah Timur mengatakan, saya sangat prihatin apa yang di alami warga saya, makanya setelah mendengar informasi saya tidak harus nunggu besok, hari ini kita ke lokasi dan memang benar warga saya mengalami gagal panen, bagaimana ketahanan pangan skala mikro di desa kalau lumbung padinya terancam puso, terlebih lagi areal pesawahan blok Citangkele dan Ciranji sama sekali tidak bisa di garap. Ini tidak bisa di biarkan, Perusahaan mesti bertanggung jawab, ini menyangkut isi perut,” Tegasnya (19/1/2022).
Dikonfirmasi via telepon seluler, Tanmin selaku General Manager PT. Cemindo Gemilang, yang bersangkutan belum menjawab. (Red)













