Pendidikan

Perpisahan di SMAN 25 Bayar 800Rb, Wali Murid Bakal Bersurat ke Gubernur

3055
×

Perpisahan di SMAN 25 Bayar 800Rb, Wali Murid Bakal Bersurat ke Gubernur

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Dinilai memberatkan lantaran sekolah tempat putranya bersekolah bakal menggelar seremoni perpisahan diluar kota, Suryono warga sepatan kabupaten Tangerang mengaku bakal bersurat pada Pj Gubernur Banten Al Muktabar.

Dalam surat tersebut Suryono akan memohon kepada Plt Gubernur Banten Al Muktabar untuk mengakaji ulang pelaksanaan seremoni perpisahan yang dinilai memberatkan, terlebih pandemi belum kunjung usai.

“Corona membuat kami kesulitan untuk membayar kegiatan itu, jangankan buat jalan – jalan buat makan aja terkadang ngutang,” ungkap Suryono senin (16/5/2022).

Ia berharap, kegiatan seremoni perpisahan yang rencananya bakal digelar dibulan mendatang tersebut dapat dikaji ulang dan diketahui oleh Plt Gubernur Banten dan Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, pasalnya setiap siswa yang turut dalam kegiatan itu diwajibkan membayar delapan ratus ribu rupiah.

“Lagi puyeng nyari duit  ini sekolah ada kegiatan perpisahan segala, atuh kalau bukan ke gubernur kita kudu ngadu kemana,” ungkap Suryono.

Ironinya lagi, masih menurut Suyono, saat dirinya meminta penjelasan, pihak SMAN 25 Kabupaten Tangerang mengaku tidak ikut andil dalam kegiatan tersebut.

“Walaupun tau akan ada kegiatan perpisahan, sekolah ngakunya cuma sebatas mengetahui dan memfasilitasi saja,” kata Suryono.

Respon (2)

  1. sebelumnya mohon maaf🙏 utk ujaran tersebut kurang tepat menurut saya, karena fakta yg dituliskan disini tidak sedetail mungkin, ironinya setiap akhir semester/bisa disebut juga pelepasan masa sekolah, pastinya akan diadakan yg namanya wisuda terkecuali masa² 2 tahun kebelakang yg dimana pada saat itu masih covid-19. Kita sekolah negeri yang memang utk keperluan belajar itu ditanggung negara, tapi kalau utk perpisahan (lepas kinasih) ini ya harus bayar bukan? tdk mungkin juga negara memfasilitasi hal² semacam ini, DARI SISWA, OLEH SISWA, dan UTK SISWA bukan? Saya sendiri menganggap bahwa hal semacam inituh wajar, karena di beberapa sekolah pun melaksanakannyaa.
    1 tahun lebih kami mengenyah pendidikan di rumah (online), sudah sepatutnya kami menginginkan lepas kinasih utk kenang²an nantinya. Jujur saya pribadi dan bbrapa teman saya tdk merasa keberatan atas diadakannya acara ini, karena sebelumnya juga sudah diberikan pemilih tempat dan harga.
    Terima kasih🙏🏻

  2. Yang namanya wisudaan/pelepasan ya dari uang pribadi bukan anggaran dari pemerintah lah, emang yang namanya hotel, transportasi, acara kegiatan tidak butuh uang???, di situ pun tertera acara tersebut tidak memaksa/tidak wajib dan yang tidak ikut pun tidak dikenai biaya.

Tinggalkan Balasan