Dengan begitu, ia menduga SMAN 25 Kabupaten Tangerang memanfaatkan para siswanya yang menjadi panitia sebagai perisai untuk lepas dari tanggung jawab dan jerat hukum.

“Jadinya pihak sekolah ini seolah lepas dari tanggung jawab kalau ada sesuatu hal diluar prediksi, ini mah amit-amit misalnya kecelakaan atau hal hal yang berkaitan dengan hukum, yang disuruh tanggung jawab ya anak – anak,” ujar Suryono.
Selain bersurat pada Gubernur dan kepala dinas, Suryono juga mengaku dalam waktu dekat akan bersurat ke kejaksaan tinggi dan kejaksaan negeri Kabupaten Tangerang sehingga kedepan tidak ada lagi sekolah yang diduga memanfaatkan siswa yang ditunjuk sebagai panitia sebagai alibi dari kegiatan yang banyak dikeluhkan orangtua selain dirinya.













sebelumnya mohon maaf🙏 utk ujaran tersebut kurang tepat menurut saya, karena fakta yg dituliskan disini tidak sedetail mungkin, ironinya setiap akhir semester/bisa disebut juga pelepasan masa sekolah, pastinya akan diadakan yg namanya wisuda terkecuali masa² 2 tahun kebelakang yg dimana pada saat itu masih covid-19. Kita sekolah negeri yang memang utk keperluan belajar itu ditanggung negara, tapi kalau utk perpisahan (lepas kinasih) ini ya harus bayar bukan? tdk mungkin juga negara memfasilitasi hal² semacam ini, DARI SISWA, OLEH SISWA, dan UTK SISWA bukan? Saya sendiri menganggap bahwa hal semacam inituh wajar, karena di beberapa sekolah pun melaksanakannyaa.
1 tahun lebih kami mengenyah pendidikan di rumah (online), sudah sepatutnya kami menginginkan lepas kinasih utk kenang²an nantinya. Jujur saya pribadi dan bbrapa teman saya tdk merasa keberatan atas diadakannya acara ini, karena sebelumnya juga sudah diberikan pemilih tempat dan harga.
Terima kasih🙏🏻
Yang namanya wisudaan/pelepasan ya dari uang pribadi bukan anggaran dari pemerintah lah, emang yang namanya hotel, transportasi, acara kegiatan tidak butuh uang???, di situ pun tertera acara tersebut tidak memaksa/tidak wajib dan yang tidak ikut pun tidak dikenai biaya.