Daerah

Hindari Kekerasan Kepada Anak, Dinsos P3A Blora Lakukan Aksi Nyata

1091
×

Hindari Kekerasan Kepada Anak, Dinsos P3A Blora Lakukan Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Blora melakukan aksi nyata turun lapangan untuk memberi pemahaman kepada para orang tua agar menjauhi kekerasan kepada anak.

Aksi yang dilaksanakan pada Kamis (01/09/2022), Bidang P3A Dinsos Blora sambangi orangtua dan siswa PAUD Belia Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora di Kelurahan Kauman, Kecamatan Blora.

Kepala Bidang P3A Amida Hayu K, S.Sos, MM, menjelaskan bahwa Dinsos Blora akan terus turun ke lapangan untuk memberikan pemahaman tentang pengasuhan dan perlindungan anak.

‘’Kami (red-Dinsos Blora) akan terus turun lapangan, dan untuk hari ini kami berikan pemahaman kepada orang tua dan siswa PAUD Belia Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora,’’ kata Amida.

Lanjut, pihaknya mengajak peserta untuk lebih perhatian kepada anak dan menjauhi kekerasan dengan dalih disiplin. Pemahaman tersebut sekaligus untuk melakukan deteksi dini terhadap tindak kejahatan dan kekerasan terhadap anak dengan tujuan supaya cepat tertangani bila anak menjadi korban.

“Anak-anak adalah aset dan masa depan bangsa. Untuk itu mereka harus diperlakukan dan dilindungi dengan sepenuh hati. Ini sejalan dengan slogan kementerian PPPA, yakni anak terlindungi Indonesia maju,’’ ungkapnya.

Perlu diketahui, bila orang tua mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak, berikut cara atau langkah mudah yang patut untuk diikuti. Diantaranya, jangan sekali-kali menggunakan kekerasan. Baik yang menimbulkan luka maupun yang tidak, seperti memukul pantat anak, menampar, mencubit, mengguncangkan badan, dan lain-lain.

Hindari penerapan disiplin berupa penarikan kasih sayang. Contohnya seperti berbagai bentuk pengabaian, mengisolasi, menunjukkan rasa tidak suka pada anak, dan lain-lain.

Berikan penguatan dan konsekuensi yang wajar.Penguatan atau hadiah (reward) dapat diberikan kepada anak jika ia menunjukkan perilaku positif yang diharapkan.Anak pun harus mendapat kesan bahwa reward merupakan suatu yang istimewa.

Mulailah dari perilaku yang mudah, sesuaikan dengan usia anak.Misalnya, waktu bangun, waktu tidur, belajar dan rutinitas sehari-hari lainnya. Untuk tahap awal, berikan penghargaan dan konsekuensi segera setelah anak melakukan perilaku yang diharapkan, sehingga ia menyadari apresiasi ini adalah akibat dari perbuatannya.

Sealin itu, jadikan latihan disiplin sebagai budaya bersama seisi rumah, sehingga anak tidak merasa melakukannya sendirian. (Riyan)

Tinggalkan Balasan