NasionalTNI & Polri

Partisipasi Panglima TNI dan Ketum Dharma Pertiwi Sukseskan Angklung Guinness World of Records

999
×

Partisipasi Panglima TNI dan Ketum Dharma Pertiwi Sukseskan Angklung Guinness World of Records

Sebarkan artikel ini
IMG 20230806 WA0241
Panglima TNI Laksamana TNI. Yudo Margono ikut berpartisipasi dalam mensukseskan angklung Guinness World of Records. Foto: Kabidpenum Puspen TNI. Kolonel Sus Aidil

NASIONALXPOS.CO.ID, JAKARTA — Panglima TNI Laksamana TNI. Yudo Margono, bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Vero Yudo Margono turut hadir juga berpartisipasi dalam menyukseskan pemecahan rekor dunia atau Guinness World of Records (GWR) Angklung, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/8/2023).

Kegiatan Pemecahan Rekor Dunia Angklung 2023 ini disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin beserta istri.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Pemecahan Rekor Dunia Angklung diinisiasi oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju yang merupakan perhimpunan istri-istri anggota kabinet Indonesia Maju, yang melibatkan 15.110 pemain angklung dari berbagai kalangan.

Mulai dari anggota OASE KIM, anggota Dharma Pertiwi, anggota IKKT Pragati Wira Anggini, anggota Bhayangkari, murid Sekolah Menengah Atas (SMA) serta sekolah dinas, perwakilan kementerian/lembaga, hingga para Ibu Dharma Wanita Persatuan dan tim penggerak PKK.

Kehadiran ketua umum Dharma Pertiwi, Ny. Vero Yudo Margono melengkapi semangat para peserta terutama dari kelompok TNI yaitu kelompok Dharma Pertiwi, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini, dan kelompok Ikatan Kesejakteraan Keluarga TNI (IKKT) PWA.

Ini merupakan salah satu side event dalam menyemarakkan HUT ke 78 Republik Indonesia. Belasan ribu pemain angklung itu memainkan dua lagu yakni lagu wajib nasional “Berkibarlah Benderaku” ciptaan Saridjah Niung (Ibu Soed) dan lagu “Wind of Change” milik grup band Scorpions.

Pagelaran angklung terbesar di dunia ini tidak sekadar upaya pemecahan rekor, namun juga sebagai bentuk nyata pelestarian budaya Indonesia yang sudah mendunia. Terlebih angklung telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai karya agung warisan budaya lisan dan nonbendawi manusia dari UNESCO sejak November 2010 lalu. (Uchan)

Tinggalkan Balasan