NASIONALXPOS.CO.ID, BUNGO – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bungo, Darwandi, melontarkan kritik keras terhadap rendahnya tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat dalam agenda resmi yang digelar DPRD Kabupaten Bungo.
Dari total 28 OPD yang diundang, hanya 9 OPD yang hadir. Sementara itu, dari 17 camat di Kabupaten Bungo, hanya 4 camat yang memenuhi undangan. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan rendahnya komitmen sebagian aparatur pemerintah daerah terhadap tugas dan tanggung jawab pemerintahan.
Menurut Darwandi, kehadiran OPD dan camat dalam setiap agenda resmi sangat penting untuk mendukung koordinasi antara lembaga legislatif dan eksekutif, terutama dalam pembahasan program pembangunan serta evaluasi kinerja daerah.
“Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kehadiran OPD dan camat sangat penting dalam setiap agenda yang berkaitan dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat,” tegas Darwandi.
Ia menilai minimnya kehadiran pejabat pemerintah tersebut berpotensi menghambat komunikasi, koordinasi, dan efektivitas pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada pelayanan publik.
Tak hanya itu, Darwandi juga memberikan peringatan tegas kepada kepala OPD yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan amanah jabatan.
“Kalau tidak mampu menjadi kepala OPD, lebih baik mengundurkan diri. Jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar Pemerintah Kabupaten Bungo melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD maupun camat, khususnya terkait kedisiplinan, kehadiran, serta komitmen dalam mendukung program pembangunan daerah.
DPRD Kabupaten Bungo berharap seluruh OPD dan camat dapat meningkatkan kedisiplinan serta lebih aktif menghadiri agenda resmi pemerintah. Dengan sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bungo. (Is)













