Erwin menambahkan bahwa Bali dapat menjadi contoh bagi dunia karena Bali memiliki kearifan lokal berupa subak-subak yang terus dijaga kelestarian ekosistem pengairannya oleh Pemerintah Pusat dan Daerah serta berbagai komponen masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Bali yang mampu tumbuh sebesar 5,98% pada Triwulan I 2024, dengan motor penggerak di lapangan usaha utamanya di sektor pariwisata diikuti sektor pertanian, termasuk perkebunan dan perikanan didalamnya, tentunya memiliki relasi penting terhadap upaya menjaga kelestarian sumber daya air.
Oleh karena itu, Erwin meyakini bahwa penyelenggaraan WWF 2024 di Bali tidak saja dapat mem-boosting pertumbuhan ekonomi Bali. Namun Bali sebagai tuan rumah kiranya juga dapat menjadi percontohan bagi dunia dalam pengelolaan air dengan sistem Subak, yang menjadi salah satu warisan dunia yang diakui UNESCO. Kami berharap momentum WWF 2024 menghasilkan beberapa langkah penting pelestarian sumber daya air guna memberi daya dukung bagi produktivitas, sustainabilitas pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat”, Ucap Erwin.
Kegiatan pembukaan WWF dihadiri Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Presiden World Water Council (WWC), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Pemberdayaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Penjabat Gubernur Bali, Delegasi Negara Anggota, Bupati/Walikota se-Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Forkopimda, pimpinan OPD, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Dalam rangkaian acara pembukaan WWF ke-10 tahun 2024 yang bertajuk “Balinese Water Purification Ceremony” juga dilaksanakan sejumlah pertunjukan budaya, doa bersama, dan diakhiri dengan pelepasan satwa ke alam bebas.
(Tik/team)







