“Blora memiliki 183 daerah irigasi. Contohnya DI Gabus di Blora Kota bisa mengairi 345 hektare sawah. Ini harus dimaksimalkan. Potensi-potensi lain juga perlu dipetakan untuk pembangunan irigasi baru,” lanjutnya.
Perkuat Sinergi Petani dan Pemerintah
Bupati Arief juga meminta agar P3A dapat bersinergi dengan Komisi Irigasi dan dinas teknis guna mendukung pengelolaan air yang lebih efisien dan produktif.
“Alhamdulillah, dari sisi produksi padi, Blora sudah masuk 5 besar di Jawa Tengah. Tantangannya sekarang adalah mempertahankan dan meningkatkan produksi, serta mengembangkan komoditas pertanian lainnya,” tegasnya.
Selain irigasi pertanian, Bupati juga menyinggung pentingnya ketersediaan air bersih, terutama untuk wilayah Todanan, Japah, dan Ngawen. Ia berharap Bendungan Randugunting bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan irigasi, tidak hanya bagi Blora, tetapi juga untuk Kabupaten Rembang dan Pati melalui kerja sama lintas daerah.
Ketua Komisi Irigasi Siap Emban Amanah













