Scroll Untuk Baca Berita
Peristiwa

Empati Ikatan Alumni Universitas Airlangga Situbondo Pasca Insiden Kebakaran di Dusun Krajan

2648
×

Empati Ikatan Alumni Universitas Airlangga Situbondo Pasca Insiden Kebakaran di Dusun Krajan

Sebarkan artikel ini
Ikatan Alumni Universitas Airlangga saat sambangi korban rumah kebakaran di Dusun Krajan, Desa Kalibagor, Kecamatan Kota, Situbondo. Selasa, (6/2/2024). Foto: Agung CH

NASIONALXPOS.CO.ID, SITUBONDO – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKAUA) Cabang Situbondo, mengunjungi Lilik Ngatmini pasca insiden kebakaran, tatkala terjadi di Jumat siang (2/2) lalu yang menimpa rumah korban.

Rasa empati tersebut ditunjukkan dengan menyambangi objek domisili korban yang terletak di Dusun Krajan, Desa Kalibagor, Kecamatan Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Selasa, (6/2/2024) sore.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

“Kami dari Ikatan Alumni Universitas Airlangga Cabang Situbondo, mendengar kabar adanya musibah yang dialami oleh ibu Lilik Ngatmini, sehingga kami peduli memberikan sedikit tali asih kepada beliau untuk meringankan bebannya,” tutur ketua IKA UNAIR Situbondo, dr. Hj. Roekmy Prabarini Ario.

Sosok perempuan ramah yang sekaligus menjabat sebagai direktur RSUD dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo ini juga menyampaikan, bahwa perhatian sikap yang dilakukan oleh para alumnus Unair ini sebagai bentuk kepedulian yang manfaatnya diikhlaskan untuk umat manusia.

“Semoga apa yang kita lakukan ini, bisa berkenan dan bermanfaat untuk masyarakat. Ini bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan dari kami Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Cabang Situbondo,” tutup dr. Roekmy, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut disampaikan Mince di tempat yang sama, menurutnya, uluran tangan yang dilakukan oleh alumni Unair di Situbondo merupakan murni tentang kemanusiaan.

“Kita memberikan sesuatu, itu tidak melihat siapa dia. Kebetulan kami punya grup ikatan alumni. Ketua kami (dr. Roekmy), mengajak memberikan sumbangsih kepada korban,” terang Mince, ASN Dinkes Situbondo.

Bahkan dirinya sempat kaget, ternyata korban yang rumahnya sedang ia kunjungi saat ini ialah kader lama yang dia kenal sebelumnya.

“Ternyata itu bu Lilik Ngatmini. Beliau dulu itu kader kami. Allah menunjukkan, bahwa bu Lilik ini memang orang yang tepat untuk mendapatkan apresiasi dan perhatian dari kami,” jelas Mince.

Oleh sebab itu, kata Mince, IKA UA memohon maaf kalau selama ini dirasa kurang memperhatikan.

“Kami mohon maaf, kalau selama ini dirasa kurang memperhatikan. Karena, memang yang kita pikirkan itu banyak. Jadi Alhamdulillah ini sebuah petunjuk dari Allah bahwa kita memang tetap peduli,” ujarnya.

Mince berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini dan kepada korban, agar dapat diberikan kemudahan.

“Mudah-mudahan, tidak ada lagi kejadian yang akan membuat bu Lilik menjadi sulit. Semoga ke depannya beliau selalu diberikan kemudahan. Karena bu Lilik, juga banyak membantu memberikan kemudahan kepada orang lain,” harap mince. (Agung Ch).

BACA JUGA :  Akhirnya Kasus Kebencian Diberhentikan Karena Kedua Pihak Sepakat dan Pelaku Dikasih Pulang