“Standar pelaksanaan program seperti target, evaluasi dan indikator dampak, Mekanisme audit dan pelaporan terbuka,” pungkasnya.
Akhwil menambahkan, sistem insentif dan evaluasi dibutuhkan agar Forum CSR dapat kembali menjadi jembatan antara kepentingan publik dan kontribusi sektor swasta dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.
“Bentuk Tim Monitoring CSR lintas OPD dan masyarakat, Berikan penghargaan tahunan dan publikasi untuk pelaku CSR terbaik dan sediakan dashboard publik CSR kota Tangerang,” imbuhnya.
Pemkit Tangerang, melalui kepemimpinan Walikota yang visioner, kata Akhwil, harus melakukan restrukturisasi kelembagaan dan revitalisasi regulasi CSR agar mampu menjadi pengungkit pembangunan berkelanjutan yang sejati.
“Tanpa tata kelola yang baik dan penegakan aturan yang kuat, CSR hanya akan menjadi simbol tanpa substansi,” tutupnya. (Rizky)






