Daerah

Kepala Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Beserta Nakes Ikuti pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran

1962
×

Kepala Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Beserta Nakes Ikuti pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG – Tenaga kesehatan dan karyawan di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang mengikuti pelatihan penggunaan alat pemadam kebakaran (Damkar) ringan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti S.K.M,.M.SI,. mengatakan kegiatan ini guna meningkatan kapasitas tenaga kesehatan khususnya dalam penggunaan alat pemadam ringan.

Kapus Jawilan Imas Migiarti saat memperagakan penggunaan APAR. 

“Tenaga kesehatan dan karyawan perlu dibekali keterampilan penggunaan alat pemadam ringan guna pencegahan dini musibah kebakaran,” jelas Imas, Senin (13/3/2023).

BACA JUGA :  Puskesmas Jawilan Bersama Dinkes Kabupaten Serang Gelar Vaksinasi Massal, 2000 Warga Terima Dosis 1 dan 2

Selain mendapat perbekalan terkait penanggulangan kebakaran para tenaga kesehatan dan karyawan juga dilatih soal penyelamatan pasien di saat musibah kebakaran terjadi.

Dalam pemaparannya perwakilan Pemadam kebakaran dari Kecamatan Jawilan Ai afriansyah menjelaskan kondisi alat pemadam ringan yang siap untuk dipakai, cara penggunaan hingga perawatan APAR yang benar.

BACA JUGA :  Kapus Jawilan Kabupaten Serang Manfaatkan Momen Pasca Lebaran Gelar Silaturahmi Forkopimcam

“Kunci utama dari penanggulangan kebakaran adalah tetap tenang dan tidak usah panik, fokus pada pemadaman api dan memperhatikan kondisi sekitar.”, jelas Ai afriansyah yang juga sebagai Danru saat memberikan pemaparan dihadapan peserta yang terdiri Nakes dan karyawan Puskesmas Jawilan.

BACA JUGA :  Pemkab Bungo Beri Bantuan Terhadap Warga Korban Kebakaran

Peserta pelatihan yang diikuti 58 peserta ini mengikuti simulasi pemadaman kebakaran di halaman Puskesmas Jawilan dengan praktek pemadaman menggunakan APAR.

Simulasi dilakukan sesuai langkah-langkah yang telah disampaikan selama materi dan seluruh karyawan puskesmas ikut andil dalam simulasi yang diharapkan dapat diterapkan apabila terjadi kebakaran. (Syt)