Nasional

Menteri PUPR: Sepakati Keadilan Air Dibahas Pada World Water Forum 2024

263
×

Menteri PUPR: Sepakati Keadilan Air Dibahas Pada World Water Forum 2024

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID,  JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan hasil pertemuan “2nd Stakeholder Consultation Meeting” di Bali yang berlangsung 12-13 Oktober 2023 menyepakati keadilan air atau water justice untuk dibahas dalam pertemuan puncak World Water Forum Ke-10 pada Mei 2024.

“Hal paling bisa disepakati terutama mengenai Spirit Bandung tahun 1955 terkait kerja sama negara-negara selatan dengan negara-negara utara, karena kita menuju keadilan air atau water justice,” ujar Basuki di Jakarta, dilansir dari Antaranews.com, Minggu, (15/10/23)

Basuki mengatakan hal ini dikarenakan World Water Forum Ke-10 membahas tema secara teknik, regional, dan politik, yang mana politik karena menjadi pusat kekuatan dari water management, financing, dan regulation.

“Terkait 2nd Stakeholder Consultation Meeting menuju World Water Forum ke-10, saya kira sudah mengerucut semua tema baik itu technical, regional, dan political sudah bisa dirumuskan semua tema-temanya yang dihadiri lebih dari 1.000 orang dan juga 73 negara. Pertemuan ini merumuskan isu yang akan dibahas untuk pertemuan puncak di World Water Forum Ke-10 pada Mei 2024,” katanya.

BACA JUGA :

BACA JUGA :  Babinsa Sukamulya Himbau Warga Selalu Berperan Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

Wakili Generasi Muda Indonesia, Sahara Putri Ayu Kenanga Gunawan Sampaikan Ini di 10th World Water Forum

BACA JUGA :  Terkait Event O2SN, Kepsek SDN2 Wama Ucapkan Terimaksih kepada Pemkot Tikep

Selain itu, Basuki mengatakan bahwa World Water Forum pada Mei 2024 di Bali juga menggelar sesi tersendiri mengenai manajemen sumber daya air atau water management di negara kepulauan.

“Kita juga ingin, di mana kemarin ada pertemuan Archipelagic and Island States (AIS) Forum 2023, sehingga kita membuat sesi sendiri untuk manajemen sumber daya air atau water management di negara kepulauan seperti halnya di Indonesia yang mana antara satu daerah kepulauan dengan daerah lain berbeda sekali water management-nya,” kata Basuki.