TNI & Polri

Poliran Polda Banten Gandeng 200 Perusahaan, Tekan Pengangguran 650 Ribu

20
×

Poliran Polda Banten Gandeng 200 Perusahaan, Tekan Pengangguran 650 Ribu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260923 WA0086
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki bersama jajaran dan perwakilan LPK Gyokai Indonesia Kompeten saat kegiatan penandatanganan PKS Program Poliran di Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG — Polda Banten memperkuat Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan menggandeng LPK Gyokai Indonesia Kompeten dan sekitar 200 perusahaan untuk membuka akses pelatihan serta penyaluran kerja bagi masyarakat usia produktif.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten di Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat pengangguran di Provinsi Banten berada di kisaran 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang.

“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Hengki.

Melalui kerja sama tersebut, peserta Poliran akan mendapatkan akses pendidikan vokasi, pelatihan dan peluang penempatan kerja sesuai kebutuhan industri. Pola pendidikan yang dikembangkan Gyokai memadukan pembelajaran teori dan praktik di dunia industri.

Hengki menjelaskan, sekitar 30 hingga 40 persen pembelajaran dilakukan di kelas, sedangkan 60 persen lainnya dilaksanakan langsung di industri. Peserta juga berkesempatan mendapatkan penghasilan selama mengikuti program magang.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita memiliki Gyokai Indonesia Kompeten sebagai mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” katanya.

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi yang mewakili Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, Poliran memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sebelum masuk ke dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

Sementara itu, CEO Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan masyarakat usia produktif dapat mengikuti pelatihan dan proses seleksi untuk mendapatkan penempatan kerja sesuai kompetensi.

“Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” ujarnya.

Proses penempatan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan fisik, tes hingga wawancara. Setelah dinyatakan sesuai, peserta akan ditempatkan pada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Dengan jejaring sekitar 200 perusahaan, kerja sama tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat Banten terhadap pelatihan dan kesempatan kerja sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan angka pengangguran.

Tinggalkan Balasan