NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang melaksanakan konferensi pers terkait laporan mantan honorer Hendra ke kejaksaan Tinggi Bangka Belitung diruang pertemuan lantai 2 Rumah Sakit, Kamis (25/2/2021).
Dalam hal ini Direktur RSUD Depati Hamzah, dr Fauzan yang damping staf Rumah Sakit mengklarifikasi atas tuduhan yang dilaporkan oleh mantap honorer tersebut mengenai 3 tuduhan laporan tentang penyimpangan oksigen Covid 19, pemotongan gaji honorer dan honor Covid, Ia katakan itu tidak benar.
“Sekali lagi ia tegaskan bahwa semua tuduhan tersebut tidak benar.
Masih menurutnya, “Kami tidak akan menanggapi panjang lebar. Intinya, karena masalah ini sudah dilaporkan, kami menghormati proses hukum, bila memang laporan itu ditindaklanjuti, kami hanya akan memberikan keterangan kepada penyidik, sesuai dengan permasalahan yang dilaporkan itu.
Ia juga jelaskan, “Untuk saat ini, kami hanya akan menjelaskan secara umum, bahwa mekanisme atau SOP pelayanan, juga terkait penggunaan barang maupun anggaran di RSUD Depati Hamzah sudah sesuai aturan yang berlaku.
dr. fauzan sampaikan tentang gaji honorer tersebut yang tidak ada pemotongan sesuai kontrak sebesar Rp1,650.000,- dipotong BPJS sebesar Rp.49.500,- Ketenagakerjaan sebesar Rp.49.500,- jadi tinggal Rp1.605.000,-
Mengenai Honor covid yang hanya bisa menerima insentif adalah tenaga medis seperti dokter, tenaga kesehatan dan bidan, jelasnya.
Penulis: Toto