Daerah

Rumah Layak Huni Pangkal Pinang, Usman Tak Lagi Tinggal di Rumah Papan

0
×

Rumah Layak Huni Pangkal Pinang, Usman Tak Lagi Tinggal di Rumah Papan

Sebarkan artikel ini
IMG 20261029 WA0215
Wali Kota Pangkal Pinang Prof. Saparudin meresmikan rumah layak huni bantuan CSR PT Mitra Stania Bemban untuk Usman, warga Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkal Pinang.

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKAL PINANG— Usman (38), buruh harian asal Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkal Pinang, kini bisa bernapas lega. Setelah sebelumnya tinggal di rumah papan yang tidak layak huni, ia kini menempati rumah yang lebih layak dan nyaman berkat bantuan program Rumah Layak Huni (RLH) melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Bantuan tersebut berasal dari PT Mitra Stania Bemban, anak usaha Asari Tambang Group. Proses pembangunan rumah berlangsung sekitar satu bulan dan menjadi bukti kolaborasi sektor swasta dengan Pemerintah Kota Pangkal Pinang dalam membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan rumah ini. Sebelumnya rumah saya masih papan dan kondisinya memang sudah tidak layak. Sekarang rumahnya sudah bagus dan lebih nyaman untuk ditempati,” ujar Usman, Selasa (22/9/2026).

Usman sehari-hari bekerja sebagai buruh harian dengan merawat taman di salah satu sekolah Islam di Pangkal Pinang. Bantuan tersebut menjadi perubahan berarti bagi kehidupannya, terutama dalam memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Wali Kota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, yang meresmikan rumah tersebut, mengatakan program bantuan hunian merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dengan perusahaan swasta. Dukungan perusahaan, menurutnya, tidak hanya berupa pembangunan rumah, tetapi juga mencakup fasilitas sosial dan keagamaan.

“Jadi, ada beberapa perusahaan yang membantu kita di Kota Pangkal Pinang. Hari ini ada rumah layak huni, kemudian ada toilet umum, lalu ada masjid, dan ada gereja,” kata Saparudin.

Ia menjelaskan, setiap anak usaha dalam kelompok perusahaan tersebut memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan program yang dijalankan.

Pemkot Pangkal Pinang, lanjut Saparudin, akan terus menjalin komunikasi dan mengajukan proposal kepada perusahaan agar dana CSR dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat. Upaya ini diharapkan membuka peluang bagi lebih banyak warga yang membutuhkan untuk memperoleh tempat tinggal yang layak.

Kisah Usman menjadi gambaran bahwa kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, kesinambungan program serta ketepatan sasaran menjadi hal penting agar semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah dapat merasakan manfaat serupa.

Tinggalkan Balasan