by

SENTANI-FBS Geruduk DPRD Blora, Tuntut CSR Perusahaan Gas dan Minyak

-Daerah-243 views

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Sedulur Relawan Tani (SENTANI), dan Front Blora Selatan (FBS), datangi Gedung DPRD Kabupaten Blora, menuntut transparansi dana tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR dari perusahaan pengelola minyak, dan gas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Blora.

Acara tersebut, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, dari Partai Golkar, didampingi oleh HM Warsit Komisi C dari Partai Hanura, Yuyus Waluyo Ketua Komisi B dari Partai Nasdem, Munawar dari partai PKB, Lina Hartini dari partai PDIP, serta Sekretaris Daerah, Komang Gede Irawadi.

“Kami sangat apresiasi sekali atas kehadiran Sentani dan FBS yang meminta audiensi terkait transparansi dana CSR, DBH dan proyek-proyek jaringan Gas, yang mangkrak, di daerah ring 1 dari CPP Gas Gundih, Desa Sumber,” ungkap Siswanto, Rabu (14/4/2021).

Koordinator Sentani Blora, Exy Agus Wijaya dengan lantang menuding para pengambil keputusan baik dari Perusahaan Migas maupun Pemerintah Kabupaten Blora, tidak serius mengentaskan kemiskinan di Blora, meskipun potensi ekonomi dari sektor minyak bumi, dan gas sangat besar.

“Kami punya hak secara konstitusi untuk berbicara, menyampaikan pendapat dan mengkritisi terkait pembiaran rakyat Blora, terjebak dalam kemiskinan, meskipun semestinya kita kaya, karena ada potensi migas di Blora, yang sudah dieksploitasi besar – besaran, namun tidak memberikan kemakmuran bagi rakyat Blora,” tandas Exy, sambil menuding satu per satu perwakilan dari Pertamina Asset 4 Field Cepu, SKK Migas, PGN, Titis Sampurna, dan Badan Usaha Milik Daerah PT Blora Patragas Hulu.

Sementara itu, Politisi dari Menden, HM Warsit, pun ikut angkat suara terkait proyek jaringan Gas yang mangkrak, dan dampak -dampak bencana yang terjadi atas keberadaan eksploitasi gas dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Dan dengan tegas meminta agar perusahaan tersebut memberikan laporan tertulis penggunaan dana CSR yang mestinya bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Blora.

“Saya minta mana laporan seluruh penyaluran dana CSR dari kalian, berapa besarnya untuk Blora, sedangkan di daerah ring satu saja, sangat minim, buktinya adalah Camat Kradenan, sumbangannya cuma sekelas penjual bensin¬†eceran, tapi dampaknya bagaimana, jalan hancur, banjir yang menggenangi sawah warga, proyek kena luar kota semua, warga, dan pengusaha lokal hanya menonton, kita ibarat ayam bertelur yang mati di lumbung pangan, ini keterlaluan,” tandas Warsit dengan keras. (Hans)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed