“Kami melakukan survei pertama untuk menganalisis berbagai UMKM yang ada di desa tersebut. Hasil survei menunjukkan bahwa usaha penek merupakan usaha yang paling populer di kalangan masyarakat setempat. Selain itu, terdapat berbagai usaha lain, seperti ukiran kayu, kerajinan pandan wangi, dan beragam kuliner khas. Namun sayangnya, potensi UMKM di desa ini masih kurang dikenal, contohnya adalah usaha penek yang sudah diproduksi dan dikirim ke berbagai daerah di Bali,” ucapnya, Kamis, (5/12/2024).

Berdasarkan persoalan itu, lanjut Sindy, dirinya dan tim memutuskan untuk membentuk program kerja yang disebut “Nyalian Emas”. Nama “Nyalian” terinspirasi dari Desa Nyalian sebagai lokasi pengabdian dan kata “Emas” merupakan singkatan dari Ekonomi Berbasis Masyarakat, yang mencerminkan tujuan untuk mendukung pengembangan ekonomi desa melalui keterlibatan aktif masyarakat setempat.













