“Program ini mengusung tema “Digitalisasi Ekonomi Lokal dalam Harmoni dan Tradisi” yang berfokus untuk memperkenalkan digitalisasi sembari memberikan inovasi untuk mengembangkan UMKM Desa Nyalian dengan tetap mempertahankan nilai budaya masyarakat setempat,” terang Sindy.
Salah satu program “Digitalisasi Ekonomi Lokal dalam Harmoni dan Tradisi” adalah dengan memperkenalkan QRIS kepada masyarakat di mana masih banyak yang kurang memahami perkembangan ekonomi digital. Hal ini dapat dilihat dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang pembayaran digital seperti QRIS.
“Berdasarkan hasil survei yang kami dapatkan, 9 dari 10 warga desa belum mengenal QRIS dan manfaatnya bagi produsen maupun konsumen. Oleh karena itu kami membantu agar masyarakat memahami serta dapat mengembangkan usahanya melalui ekonomi digital yang berkelanjutan,” tandasnya. (Uchan)













