DaerahHiburan

Tingkatkan Geopark Toba menjadi Wisata Dunia, Polda Sumut Dukung BODT

2896
×

Tingkatkan Geopark Toba menjadi Wisata Dunia, Polda Sumut Dukung BODT

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2020 09 01 11 11 01 655 com.whatsapp

NASIONALXPOS.CO.ID, SUMATERA UTARA – Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, menerima kunjungan silahturahim Badan Otoritas Danau Toba (BODT) di ruangan Perjamuan Mapoldasu, Senin (31/8) sore.

Screenshot 2020 09 01 11 10 05 697 com.whatsappDalam pertemuan itu, Martuani menyampai syarat dalam berpariwisata adalah keamanan dan kenyamanan. Sehingga kasus penipuan harga terhadap turis yang berkunjung tidak terjadi.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Selain itu, peningkatan kultur budaya dan moral serta mencerdaskan masyarakat setempat dalam memikat hati para turis juga cukup penting. Bahkan, kebersihan juga merupakan sebuah aspek dalam peningkatan kawasan pariwisata.

“Saya mengimbau agar Badan Otoritas Danau Toba dapat menggalang masyarakat se tempat dalam meningkatkan pariwisata sekitaran Danau Toba sesuai dengan kualitas Sumber Daya Manusia,” katanya.

Martuani menambahkan, meningkatkan Geopark menjadi wisata dunia memerlukan kerja keras kita semua, dan tentunya kita akan sangat bangga apabila Geopark dapat menjadi wisata dunia.

“Polda Sumut mendukung sepenuhnya BODT yang merupakan program prioritas Presiden dalam membangun pariwisata di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Badan Otoritas Danau Toba, Arie Prastyo, mengaku tujuan kedatangan BODT ke Polda Sumut untuk meningkatkan tali silahturahim.

Arie menerangkan, BODT melaporkan di Kabupaten Toba ada eks hutan lindung yang sudah dilepaskan negara seluas 386,72 H. Dan di sana ada sedikit isu di mana masyarakat membangun rumah tanpa ijin sebanyak 28 bangunan pada tahun 2018 antara lain 1 bangunan permanen.

“Di sini saya sampaikan upaya yang sudah dilakukan BODT untuk mengatasi masalah itu telah melayangkan somasi sebanyak tiga kali dengan mengimbau masyarakat agar tidak membangun ditanah milik negara,” terangnya.

Lebih lanjut, Arie menambahkan upaya terakhir yang sudah dilakukan adalah dengan memberikan uang pembersihan namun masyarakat menolak.

“Oleh karena itu BODT berharap Polda Sumut dapat membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut,” pungkasnya. (Wes)

Tinggalkan Balasan