NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG – Pemberitaan mengenai dugaan pencemaran limbah B3 di Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, memunculkan fakta versi berbeda dari lapangan.
Sejumlah warga RT 04 dan RT 05/RW 01 Kampung Bayur angkat bicara setelah muncul pemberitaan salah satu media online berjudul “Usai Radioaktif, Lahan Sawah di Nambo Udik Cikande Kini Tercemar B3” yang terbit pada Senin (31/8/2026).
Dalam klarifikasinya pada Selasa (1/9/2026), warga mempertanyakan penyebutan adanya sawah dan sumur warga yang disebut terdampak pencemaran di lokasi tersebut.
Salah seorang warga RT 05/RW 01 yang dalam pemberitaan ini disebut Doni (nama samaran) mengatakan, lokasi yang menjadi sorotan tersebut merupakan lapangan sepak bola Kampung Bayur.
“Kami warga RT 05/RW 01 tidak merasa dirugikan dengan adanya tumpukan yang diduga limbah B3 di atas lapangan sepak bola Kampung Bayur,” ujar Doni kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, kondisi di lapangan tidak menunjukkan adanya sawah maupun sumur milik warga sebagaimana yang disebut dalam pemberitaan.
“Terlihat jelas lokasinya di atas lapangan. Tidak ada sawah, apalagi sumur milik warga yang merasa tercemar,” tegasnya.
Pernyataan tersebut kemudian diperkuat sejumlah warga RT 04/RW 01 yang ditemui tidak jauh dari masjid di Kampung Bayur.
Mereka secara tegas menyampaikan bahwa di lokasi yang dimaksud tidak terdapat sawah maupun sumur warga.
“Kami warga RT 04 menyampaikan bahwa di lokasi tidak ada sawah dan sumur. Itu kenyataannya di lokasi,” kata salah seorang warga.
Klarifikasi warga ini menjadi penting karena terdapat perbedaan informasi mengenai kondisi lokasi yang diberitakan. Di satu sisi, pemberitaan sebelumnya menyebut adanya lahan sawah yang tercemar B3. Di sisi lain, warga yang mengaku tinggal di sekitar lokasi menyatakan bahwa area tersebut merupakan lapangan sepak bola dan tidak terdapat sawah maupun sumur warga.
Perbedaan informasi tersebut tentu membutuhkan verifikasi lebih lanjut agar publik memperoleh gambaran yang utuh mengenai kondisi sebenarnya.
Terlebih, istilah limbah B3 dan dugaan pencemaran lingkungan merupakan persoalan serius yang semestinya didukung data, hasil pemeriksaan laboratorium, serta keterangan resmi dari instansi berwenang.
Warga berharap setiap informasi mengenai kondisi lingkungan di Kampung Bayur disampaikan berdasarkan fakta yang ditemukan langsung di lapangan.
Mereka juga tidak mempersoalkan adanya perhatian terhadap dugaan material berbahaya di wilayah tersebut. Namun, warga meminta agar kondisi lokasi dan pihak yang terdampak tidak digambarkan secara keliru.
Sementara itu, untuk memastikan apakah material yang berada di lokasi benar merupakan limbah B3, bagaimana asal-usulnya, serta apakah terdapat pencemaran terhadap lingkungan, diperlukan pemeriksaan dan penjelasan dari pihak berwenang.
Hingga berita ini ditulis, klarifikasi warga tersebut merupakan keterangan dari pihak yang ditemui di lapangan. Nasionalxpos.co.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut maupun berkepentingan dalam pemberitaan sebelumnya













