NASIONALXPOS.CO.ID, SERANG – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Dzikir dan Doa Kebangsaan bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” yang digelar Kanwil Kemenag Banten, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memaknai kembali perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Amrullah, mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan bangsa sekaligus menentukan kontribusi yang dapat diberikan bagi masa depan Indonesia.
Menurut Amrullah, terdapat tiga nilai penting yang perlu dihidupkan dalam memaknai HUT ke-81 RI, yakni tasyakur, tafakur, dan tadabur.
“Peringatan HUT Kemerdekaan ini harus kita jadikan momentum emas untuk melakukan tiga hal mendasar. Pertama, tasyakur atau bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada bangsa kita,” ujar Amrullah.
“Kedua, tafakur, yakni merenung dan mawas diri atas perjuangan para pahlawan serta perjalanan bangsa yang telah menapaki usia 81 tahun,” lanjutnya.
Ia menambahkan, nilai ketiga adalah tadabur, yakni mengambil hikmah dan pelajaran mendalam agar masyarakat mampu merajut kebersamaan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta terus berkontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Pesan tersebut semakin kuat melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan pemuka dari berbagai agama. Setelah dzikir bersama, acara dilanjutkan dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan sekaligus penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Banten.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, A. Bazari Syam, dalam tausiyah kebangsaannya turut menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Menurutnya, keberagaman tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, nilai-nilai agama harus menjadi kekuatan untuk merawat persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pegawai Kanwil Kemenag Banten, tokoh agama, serta masyarakat lintas agama. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui kebersamaan dan sikap saling menghormati.
Adapun pembacaan doa lintas agama melibatkan sejumlah rohaniwan dan penyuluh agama. Dari agama Kristen, doa dibawakan Yohanes Adriaan S., S.Th., Penyuluh Agama Kristen Kanwil Kemenag Banten. Dari Katolik, Krispianus Tai Lilo, S.S., Penyuluh Agama Katolik Kanwil Kemenag Banten.
Sementara itu, doa umat Buddha dibawakan Marno, S.Ag., sedangkan dari Hindu oleh Romo Mangku Suwono. Doa agama Konghucu disampaikan Asiong dan doa agama Islam dibawakan KH. Fadhilah.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Banten menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar momentum mengenang perjuangan para pahlawan.
Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan menjaga persatuan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.














