Advetorial

4 Nama-Nama Jenis Dinosaurus

576
×

4 Nama-Nama Jenis Dinosaurus

Sebarkan artikel ini

Dinosaurus adalah hewan purbakala yang hidup di Bumi sekitar jutaan tahun yang lalu. Meskipun sudah punah, akan tetapi macam-macam dinosaurus dapat diidentifikasi berkat fosil-fosil yang ditemukan oleh para peneliti dan ilmuwan.

Sejarah dinosaurus pertamakali muncul pada periode Trias sekitar 230 juta tahun lalu. Mereka hidup pada periode Jura hingga periode Kapur, yakni 65 juta tahun lalu.

Lalu, apa saja macam-macam dinosaurus? Berikut 4 nama-nama jenis dinoasurus di era prasejarah:

1. Megalosaurus

Megalosaurus diklaim sebagai dinosaurus yang pertamakali ditemukan oleh peneliti di muka Bumi.

Sebenarnya fragmen fosil pertama telah ditemukan pada tahun 1676 oleh Robert Plot, seorang professor di Oxford University. Sang professor mengira bahwa fosil tersebut adalah bagian dari tulang paha manusia. Ia menyebutnya sebagai manusia raksasa.

Pada tahun 1815 barulah Buckland mengumpulkan banyak fosil di tempat yang sama dengan penemuan fosil pertamakali ditemukan. Ia menyimpulkan bahwa ini bukan tulang manusia.

BACA JUGA :  Lomba Vidio Berkebun Bagi Rumah Tangga Digelar DKP Kota Tangerang

Megalosaurus merupakan dinosaurus terbesar pada jaman pertengahan jurasik. Ia memiliki ukuran yang bisa tumbuh hingga 9 meter dengan tinggi 3-4 meter dan bobot sekitar 3,5 ton.

Jika dilihat dari bentuk gigi dan rahangnya, para ahli menyakini bahwa dinosaurus yang satu ini adalah pemakan daging alias karnivora.

2. Shantungosaurus

Shantungosaurus merupakan salah satu dinosaurus non-sauropoda terbesar yang pernah ada di muka Bumi. Dinosaurus dengan paruh bebek ini memiliki ukuran panjang 15 meter, dan bobot sekitar 15 ton. Paruhnya tidak bergigi namun rahangnya dipenuhi sekitar 1.500 gigi penuynah kecil.

Yang menariknya dinosaurus ini dipercaya dapat berlari dengan dua kaki belakangnya saat dikejar musuh.

Shantungosaurus ditemukan di Kelompok Wangshi jaman Kapur Akhir di Semenanjung Shandong di Tiongkok.

BACA JUGA :  Bupati Minsel Franky Wongkar Irup di HUT Ke-19 Kabupaten Minahasa Selatan

Fosil tengkorak Shantungosaurus diketahui memiliki panjang 1,63 meter dan kerangka komposit yang dipasang di Akademi Ilmu Geoogi Tiongkok di Beijing berukuran 14,7 meter.

Kerangka terpasang lainnya disebut Zhuchengosaurus maximus yang berukuran dengan panjang 16,6 meter dengan bobot sebesar 16 ton.

3. Pterosaurus

Pterosaurus merupakan dinosaurus udara sekaligus penguasa angkasa. Ia memiliki kemampuan terbang yang kuat. Sayapnya dibentuk oleh selaput kulit, otot, dan jaringan lain yang membentang dari pergelangan kaki.

Di jaman jurasik, dinosaurus yang satu ini terbagi ke dalam dua jenis, yakni rhamphorhynchus jenis ekor panjang, dan jenis pterodactylus dengan ekornya yang pendek.

Pterosaurus hidup dari akhir Trias sampai akhir masa Kapur (228 sampai 65 juta tahun yang lalu).

Pterosaurus sering disebut sebagai ‘dinosaurus terbang’, namun secara ilmiah anggapan ini salah karena Pterosaurus tidak termasuk dinosaurus. Sebutan dinosaurus hanya sebagai turunan reptile dari nenek moyang terakhir kelompok Saurischa dan Ornithischia.

BACA JUGA :  Pengumuman Calon Penyedia Jasa di Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang

4. Plesiosaurus

Plesiosaurus merupakan dinosaurus yang hidup di laut dan memiliki kemampuan berenang dengan cepat dengan kecepatan sekitar 40 km/jam serta mampu menangkap mangsanya dengan cepat menggunakan lehernya.

Plesiosaurus yang dalam bahasa Yunani artinya dekat dengan kadal ini merupakan reptile laut yang hidup di lautan luas pada periode Trias, Jura, dan Kapur, dari 235 hingga 66 juta tahun yang lalu.

Plesiosaurus memiliki kepala yang kecil, leher panjang dan ramping, tubuh berbentuk kura-kura, ekor pendek, dan 2 pasang kaki berbentuk dayung yang panjang.

Dinosaurus yang satu ini dapat tumbuh hingga mencapai 3 meter dengan bobot sekitar 700 kg. Plesiosaurus hidup menyendiri dan sumber makanannya adalah binatang air yang bergerak lambat.