NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG – Fenomena live streaming di media sosial kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang pria berinisial KK (36), warga Tangerang, mengungkap dugaan perselingkuhan istrinya yang disebut berawal dari interaksi saat siaran langsung di platform digital.
Kepada wartawan, KK membeberkan bahwa kecurigaannya muncul bukan tanpa alasan. Ia menemukan sejumlah kejanggalan pada ponsel sang istri, mulai dari pesan yang terhapus hingga panggilan misterius yang datang berulang kali, terutama saat dirinya sedang bekerja malam.
“Awalnya saya lihat ada pesan dari nomor tidak dikenal. Tapi anehnya, isi percakapan sudah dihapus. Saat saya tanya, istri saya bilang itu orang yang sering kasih ‘gift’ waktu dia live streaming,” ungkap KK melalui pesan WhatsApp, Selasa (26/04/2026).
Namun, penjelasan tersebut justru memicu kecurigaan lebih dalam. KK menilai ada upaya sistematis untuk menghilangkan jejak komunikasi. Dugaan ini semakin menguat ketika ia mendapati istrinya mulai menunjukkan sikap defensif setiap kali ponselnya disentuh.
“Beberapa minggu kemudian saya coba pinjam HP-nya, tapi dia terlihat tidak nyaman. Dari situ saya yakin ada yang disembunyikan,” lanjutnya.
Tak berhenti di situ, KK kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut. Ia menemukan riwayat panggilan dari nomor yang sama, dengan intensitas tinggi di waktu-waktu tertentu—khususnya saat dirinya tidak berada di rumah.
“Telepon itu masuk berkali-kali saat malam hari, pas saya kerja. Ketika saya konfrontasi, istri saya justru mengalihkan pembicaraan, seolah tidak merasa bersalah,” tegasnya.
Kasus ini menyoroti sisi gelap interaksi digital yang kerap luput dari perhatian. Aktivitas live streaming yang semula dianggap sebagai hiburan atau sumber penghasilan, diduga membuka celah terjadinya hubungan personal di luar batas kewajaran.
Pengamat sosial menilai, fenomena ini bukan kasus tunggal. Interaksi intens antara kreator dan penonton, terutama melalui fitur “gift” dan pesan pribadi, berpotensi berkembang menjadi hubungan emosional bahkan menjurus ke perselingkuhan jika tidak dibatasi dengan jelas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak istri terkait tuduhan tersebut. Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa transparansi dan komunikasi dalam rumah tangga tetap menjadi fondasi utama di tengah derasnya arus digitalisasi. (Kdk)












