Pendidikan

SMK Gyokai Banten Jadi Sorotan, DPRD Dorong Model Sekolah Gratis Berbasis Industri

57
×

SMK Gyokai Banten Jadi Sorotan, DPRD Dorong Model Sekolah Gratis Berbasis Industri

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Komisi V DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke SMK dan LPK Gyokai Indonesia Kompeten di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/4/2026). Kunjungan ini menyoroti keberhasilan sekolah tersebut dalam menerapkan model pendidikan berbasis industri yang dinilai efektif menekan angka pengangguran dan putus sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD Banten mendorong agar konsep pendidikan yang diterapkan SMK Gyokai dapat menjadi standar dan diadopsi oleh sekolah lain di wilayah Banten.

Anggota Komisi V DPRD Banten, Gus Imron, mengaku terkesan dengan sistem pendidikan gratis berkualitas yang dihadirkan sekolah swasta tersebut. Ia menyebut fasilitas yang dimiliki SMK Gyokai bernilai sangat besar dan mampu bersaing dengan sekolah unggulan lainnya.

“Kami melihat langsung, ini luar biasa. Sekolah gratis tapi fasilitasnya bernilai miliaran rupiah. Kalau dibangun pemerintah, bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar. Ini patut menjadi contoh nasional,” ujarnya.

Menurutnya, model pendidikan seperti ini merupakan solusi konkret dalam mengatasi persoalan pendidikan dan ketenagakerjaan di Banten. DPRD pun berkomitmen untuk mendukung serta memfasilitasi pengembangan konsep serupa.

Sementara itu, CEO Gyokai Indonesia, Teguh Imam Pambudi, menjelaskan bahwa keberhasilan sekolahnya terletak pada kurikulum yang mengutamakan praktik dibanding teori, dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Ia menegaskan bahwa siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan gratis, tetapi juga memperoleh uang saku karena program pembelajaran yang terhubung langsung dengan dunia industri.

“Di sini bukan hanya sekolah gratis, tapi siswa justru mendapatkan penghasilan. Kami membekali mereka dengan keterampilan nyata yang dibutuhkan industri,” jelas Teguh.

Selain itu, SMK Gyokai juga memiliki program unggulan bernama “Paksa Sarjana”, di mana lulusan tidak hanya langsung bekerja, tetapi juga diwajibkan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dengan biaya terjangkau melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Kasi SMK Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang, Maksis Sakhabi, menilai SMK Gyokai sebagai contoh nyata penerapan konsep link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri.

“Selama ini masalah utama SMK adalah mismatch dengan dunia kerja. Di sini sudah terbukti mampu menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri secara nyata,” ungkapnya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan pun berencana mendorong sekolah-sekolah lain di Banten untuk mengadopsi pola serupa. Langkah ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang siap kerja, kompeten, dan terserap langsung di dunia industri. (Adit Edi S)

Tinggalkan Balasan