Advetorial

Dulu Cuma Dua Kali Panen Kini Jadi Tiga Kali, Banten Sebut Produksi Padi Mencapai 1,8 Juta Ton

20
×

Dulu Cuma Dua Kali Panen Kini Jadi Tiga Kali, Banten Sebut Produksi Padi Mencapai 1,8 Juta Ton

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 09 07 at 8.08.28 AM

NASIONALXPOS.CO.ID TANGERANG — Produksi padi Banten disebut telah mencapai 1,8 juta ton per tahun setelah masa tanam meningkat dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Peningkatan tersebut disebut didukung pembangunan 81 kilometer saluran irigasi yang mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah hingga 2026.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan peningkatan produksi tersebut menjadi salah satu capaian sektor pertanian dalam upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan di Banten.

“Dampaknya, masa tanam padi bertambah dari semula dua kali menjadi tiga kali setahun. Produksi padi pun meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun. Walaupun dekat dengan Jakarta, Banten kini mampu menjadi lumbung padi nasional peringkat kedelapan,” papar Gubernur Andra.

Andra menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).

Menurut Andra, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Hingga 2026, Pemprov Banten telah membangun 81 kilometer saluran irigasi yang disebut mampu mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.

Selain peningkatan produksi pertanian, Andra juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan lainnya yang dikaitkan dengan pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Andra, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 mencapai 5,37 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 4,75 persen. Tren tersebut, kata dia, berlanjut pada triwulan I tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,64 persen.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut ikut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Di Banten, sebanyak 3,5 juta anak sekolah disebut telah menjadi penerima manfaat program tersebut.

“Dampak MBG ini luar biasa. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, secara ekonomi juga berhasil menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Pada Agustus 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Banten tercatat berada dikisaran angka 113,02.

Di sektor kelembagaan, Pemprov Banten menyebut telah membentuk 1.551 Koperasi Merah Putih di seluruh desa/kelurahan. Lebih dari 700 koperasi di antaranya disebut sudah beroperasi secara fisik.

Sementara di sektor pendidikan, program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta disebut telah dirasakan sekitar 120 ribu siswa kelas X dan XI.

“Program-program pembangunan di Banten dilaksanakan secara paralel dan berkesinambungan untuk mendukung pencapaian Asta Cita Bapak Presiden. Kami optimis, langkah ini akan mempercepat kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andra saat memberikan sambutan di hadapan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo dalam acara Gempar Youth Leader Summit 2026 di Kota Tangerang, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan masa depan Indonesia.

“MBG adalah salah satu upaya nyata dalam membangun kualitas SDM kita,” kata Hashim.

Ketua Gempar Youth Leader Summit 2026 Yohanes Sirait mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 pemuda dari berbagai daerah dan bertujuan mencetak pemimpin masa depan.

“Kami bertekad anak muda tidak hanya bersiap menjadi pemimpin di masa depan, tetapi mulai memimpin dari saat ini,” pungkasnya. [advertorial]

Tinggalkan Balasan