Daerah

Hesti Haris Gandeng PetroChina, 28 Perajin Jambi Dilatih Kembangkan Batik Kontemporer

6
×

Hesti Haris Gandeng PetroChina, 28 Perajin Jambi Dilatih Kembangkan Batik Kontemporer

Sebarkan artikel ini
IMG 20261104 WA00151
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris), saat membuka pelatihan batik kontemporer yang diikuti 28 perajin dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, hasil kolaborasi Dekranasda dengan PetroChina International Jabung Ltd, Selasa (3/11/2026).

NASIONALXPOS.CO.ID, JAMBI – Upaya mengembangkan batik Jambi sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin terus diperkuat. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris atau yang akrab disapa Hesti Haris, menggandeng PetroChina International Jabung Ltd untuk memberikan pelatihan batik kontemporer kepada 28 perajin dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Pelatihan yang berlangsung pada 3–7 November 2026 di Balai Kerajinan Rakyat Selaras Pinang Masak, Kelurahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, ini menjadi langkah nyata mendorong inovasi motif batik daerah, melestarikan warisan budaya, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Hesti Haris, Selasa (3/11/2026). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dukungan PetroChina yang turut berkolaborasi dalam mengembangkan potensi kerajinan lokal.

Menurut Hesti, pengembangan batik tidak boleh hanya terpaku pada motif klasik. Inovasi diperlukan agar batik Jambi semakin diminati berbagai kalangan, khususnya generasi muda dan anak-anak.

“Banyak perajin batik kita selama ini menggunakan motif-motif klasik. Sementara kita berharap generasi muda, terutama anak-anak, tertarik menggunakan batik kita. Karena itu, perlu inovasi dengan menghasilkan batik yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Hesti.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar meningkatkan keterampilan membatik, melainkan juga menjaga warisan budaya leluhur agar tetap berkembang dan memiliki nilai ekonomi.

Hesti berharap, peningkatan kreativitas dan kualitas produk dapat membuka pasar yang lebih luas serta meningkatkan pendapatan para perajin.

“Sesungguhnya hari ini kita sedang menyalakan tungku-tungku harapan bagi para perajin. Harapannya, dapur mereka tetap mengepul, hasil karya semakin baik, dan ekonomi keluarga ke depan semakin meningkat,” ungkapnya.

Ia juga menilai kolaborasi dengan dunia usaha menjadi kebutuhan penting karena Dekranasda sebagai lembaga masyarakat yang didukung para relawan memiliki keterbatasan dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan.

Karena itu, Hesti berharap kemitraan dengan PetroChina tidak berhenti pada pelatihan batik kontemporer, tetapi berlanjut pada pengembangan sektor kerajinan dan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Sementara itu, Community Development Supervisor PetroChina International Jabung Ltd, Ahmad Ramadlan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan masyarakat perusahaan.

Pihaknya bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Jambi dan menanggung seluruh pembiayaan kegiatan, termasuk menghadirkan tenaga pelatih dari luar untuk memberikan wawasan serta keterampilan baru kepada peserta.

“Kami bekerja sama dengan Dekranasda dan menanggung seluruh pembiayaan pelatihan ini, termasuk menghadirkan pelatih dari luar untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru kepada para peserta,” jelas Ahmad Ramadlan.

Dari total 28 peserta, enam orang berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dua orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sedangkan 20 peserta lainnya berasal dari Kota Jambi dan kabupaten lain di Provinsi Jambi.

Ahmad berharap pelatihan ini dapat memperkaya pengetahuan perajin dalam menciptakan produk batik yang lebih inovatif dan mengikuti perkembangan selera pasar. Peluang kerja sama lanjutan juga akan dibahas sesuai rencana program dan ketentuan perusahaan.

Ketua Harian Dekranasda Provinsi Jambi, Dra. Luthpiah, menjelaskan pelatihan berlangsung selama lima hari dengan materi teori dan praktik pengembangan batik kontemporer.

Selain mendapatkan pendampingan tenaga ahli, peserta juga memperoleh fasilitas akomodasi, konsumsi, penggantian biaya transportasi dari daerah asal, serta uang harian selama kegiatan.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus melahirkan kreativitas baru dalam pengembangan wastra Jambi.

Dukungan serupa disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ny. Diah Utami Muslimin Tanja. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada enam perajin dari daerahnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Ia berharap para peserta mampu menciptakan motif batik yang lebih orisinal, segar, dan memiliki karakter khas daerah sehingga batik Tanjung Jabung Timur semakin dikenal serta mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Dengan adanya pelatihan ini, mudah-mudahan para perajin batik di Tanjung Jabung Timur semakin berkembang, mampu menciptakan motif-motif baru yang lebih orisinal dan segar, serta meningkatkan kualitas produk batik daerah,” harapnya.

Melalui kolaborasi Dekranasda dan PetroChina ini, pengembangan batik Jambi diharapkan tidak hanya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga menjadi peluang usaha berkelanjutan yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga para perajin. (fa)

Tinggalkan Balasan