by

Bupati Blora, Persoalan Pupuk di Masa Tanam Kesatu Jangan Sampai Terulang

-Daerah-325 views

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Bupati Blora Arief Rohman duduk bersama dengan sejumlah stakeholder dan perwakilan kelompok tani dalam rapat koordinasi guna membahas pupuk bersubsidi, di ruang pertemuan gedung Samin Blora, Rabu (17/3/2021).

Dengan didampingi Sekda dan perwakilan DPRD, Bupati berharap agar permasalahan terkait pupuk bersubsidi dapat diminimalisir dan dicegah agar tidak terjadi lagi, pasalnya sebentar lagi para petani akan memasuki masa tanam kedua.

“Persoalan pupuk di masa tanam kesatu kemarin tidak terulang di masa tanam kedua, karena itu kuncinya komunikasi sangat penting,” ucap Bupati.

Untuk mensinergikan segenap komponen, Arief turut menghadirkan jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, sejumlah 6 ADM Perhutani KPH yang ada di Blora, perwakilan Bank BRI, perwakilan PT Pusri Palembang dan PT Petrokimia Gresik Wilayah Blora, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora, Distributor, serta perwakilan KPL dari 16 kecamatan.

“Muaranya agar kepentingan petani bisa terlayani, minimal gesekan-gesekan yang ada di masa tanam pertama lalu, tolong usahakan yang kedua ini bisa diatasi secara bareng-bareng,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Blora yang juga Sekda, Komang Gede Irawadi berharap, agar pada masa tanam kedua, persoalan kaitannya dengan pupuk bersubsidi bisa diminimalisir, termasuk mendorong sekitar 21 ribu kartu tani agar segera didistribusikan kepada para petani.

Terkait dengan kartu tani kemarin Pak Bupati sudah membahas dengan BRI, kita bersyukur sudah siap kartu tani sebanyak 21 ribu lebih dan tinggal mendistribusikan.

“Mudah-mudahan sampai akhir Maret sudah terdistribusikan. Saya minta Dinas Pertanian dan BRI agar melakukan rekonsiliasi agar bisa terdistribusikan dengan baik,” papar Komang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti, turut memaparkan terkait kondisi pupuk bersubsidi khususnya urea dan NPK di Kabupaten Blora yang berdasarkan usulan di E-RDKK 2021, alokasinya dinilai masih belum mencukupi. Terkait dengan kebutuhan lahan, dari ERDKK berdasarkan pendataan lahan hutan yang diasumsikan seluas 13.062 hektar ternyata pada ERDKK 2021 yang masuk hanya 8.162 hektar.

Lanjutnya, sedangkan terkait kartu tani sudah disiapkan oleh BRI dan ditargetkan pada akhir Maret sudah didistribusikan.

“Alhamdulillah, kartu tani sudah di Kantor Cabang BRI Cepu dan Kantor Canang BRI Blora dengan jumlah cukup banyak, dari BRI telah koordinasi dengan rekonsiliasi dan pendistribusian, sesuai dengan target sebelum akhir Maret sudah selesai,” ungkap Reni. (Hans)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed