“Pembukaan lahan tidur seluas 30 hektar, namun yang baru terbuka hanya 10 hektar, 20 hektarnya terkendala dengan pembuangan air. Untuk itu, saat ini usaha yang kami lakukan sudah maksimal pak,” ujar Firdaus.
Terkait hal tersebut, Gubernur Al Haris mengatakan bahwa ada program dari Kementerian Pertanian yaitu Optimasi Lahan, dimana Provinsi Jambi mendapatkan dana sekitar 68 Miliar.
“Tahun ini ada program dari Kementerian Pertanian, itu namanya optimasi lahan ya, kita Jambi dapat sekitar 68 miliar. Jadi untuk pembebasan lahan 20 hektar ini saya alihkan kesini biar Dandim yang ngerjokannya,” ungkap Gubernur Al Haris.
“Luasan sawah kita sudah menurun, ada beberapa tempat sudah alih fungsi lahan, sudah jadi lahan sawit dan sebagainya, maka panen kita juga turun,” kata Gubernur Al Haris.
Sementara di kesempatan itu Bupati Bungo H. Mashuri, SP., M.E menyampaikan, di Kecamatan Tanah Tumbuh dan Tanah Sepenggal memiliki satu irigasi yang cukup besar yaitu irigasi Batang Uleh.
Pada tahun 80-an dan 90-an potensi irigasi Batang Uleh ini menjadi potensi pariwisata bagi masyarakat sekitarnya. Irigasi Sungai Uleh memiliki potensi yang besar untuk masyarakat sekitar.
“Untuk itu, kami mohon melalui pak gubernur mungkin di follow up kembali sehingga memang kalau ini bisa kita perbaiki irigasi Batang Uleh potensi yang ada di Tanah Sepenggal dan Tanah Tumbuh ini bisa kita optimalkan,” kata Mashuri.













