by

Ciptakan Inovasi Dalam Rangka Mengisi HUT ke 21 Kabupaten Simeulue

NASIONALXPOS.CO.ID, SIMEULUE ACEH – Suasana berbeda terlihat di ruang dapur utama jurusan Tata Boga SMK Negeri 1 Sinabang. Para siswa tampak antusias, mengikuti langkah-langkah guru pembimbing Ayu Angraini S.Pd.Gr dalam memasak tabaha sagu (lempeng sagu) dan memek.Makanan klasik khas dari kabupaten Simeulue.Rabu (14/10/2020)

Menggunakan bahan dasar sagu, kelapa, serta beras gongseng dan gula pasir, guru muda tersebut secara perlahan dan bertahap menjelaskan kepada siswa, tentang tahapan yang harus dilakukan.

Tidak seberapa lama, usai masakan utama tersebut terhidang, giliran para siswa Tata Boga SMK N 1 Sinabang yang mencoba mempraktikkan langsung, ilmu memasak yang mereka dapatkan.

“Memasak tabaha sagu dan memek tidak sulit. Ini merupakan salah satu masakan dengan bahan dasar sagu, beras gonseng, kelapa dan gula, yang sangat digemari oleh warga simeulue Ini merupakan masakan khas dari Simeulue,” paparnya,

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sinabang Safdar SR, S.Pd, menuturkan kegiatan pada hari ini dalam rangka memeriahkan HUT ke 21 kabupaten Simeulue, serta sebagai upaya SMK Negeri 1 Sinabang untuk meningkatkan kompetensi siswa kita sendiri.

“kegiatan ini juga nantinya para dewan guru bersama dengan para siswa kita akan mendemontrasikan hasil kerjaan para siswa kita ini di tengah tengah masyarakat simeulue

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong siswa Tata Boga agar mampu menjadi seorang wirausaha dalam bidang kuliner. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana kelas praktikum.

“Kita berharap dengan ilmuan yang mereka dapatkan di kelas, ditambah kemampuan praktik yang bagus. Sekaligus ditunjang dengan peralatan dapur praktik yang lengkap dan terstandar, mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, serta berjiwa wirausaha,” terangnya.

Safdar menambahkan, SMK Negeri 1 Sinabang juga pada saat ini kita sedang melaksanakan program tata cara memanfaatkan sampah limbah rumah tangga yaitu sampah organik, pengolahan limbah organik untuk di jadikan pupuk(eko enzim) yang kegunaan nya bisa mengusir hama, apalagi masyarakat Simeulue kita saat sedang turun kesawah.

Selain itu juga SMK Negeri 1 Sinabang mengelolah bekas minyak makan (minyak jelanta) yang sudah tidak dipakai lagi oleh ibu ibu rumah tangga maupun warung makan nantinya akan di olah sebagai bahan dasar pembuatan sabun batangan.

Safdar juga berharap kepada ibu ibu yang bahan limbah (sampah organik) rumah tangganya tidak tahu kemana dibuang, pihak SMK Negeri 1 Sinabang bersedia menampung bahan limbah rumah tangga seperti sayur sayuran dan kulit buah-buahan (sampah organik). Tutupnya.(Ar)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed