Lebih lanjut Gubernur Bali menyampaikan, krematorium ini bukan milik Desa Pekutatan tapi milik masyarakat Jembrana untuk itu, mari manfaatkan bangunan yang telah dibuat dengan megah ini, agar dalam melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat harus baik, sehingga, bisa memuaskan masyarakat yang menggunakan jasa krematorium ini.
“Saat ini hubungan Pemkab Jembrana dengan Provinsi Bali sangat bagus apa yang menjadi program dari Kabupaten Jembrana selalu didukung oleh Provinsi, kedepannya nanti di tahun 2023, Kabupaten Jembrana akan diberikan Perehaban Pasar Umum Negara dengan anggaran, sekitar Rp 200 Miliar (dua ratus milyar rupiah),” Ujarnya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Diakhir amanat, Gubernur Bali yang di wakili Bupati Jembrana memberi nama Krematorium dengan nama “Krematorium Bahagia”. Kegiatan dilanjutkan dengan penanda tanganan prasasti dan menanam pedagingan di Pura Prajapati Krematorium. (Uchan)














