Jalan Daendels seolah membuka kembali peta lama dari jalur-jalur di pesisir utara yang telah digunakan terlebih dahulu pada era wali dan era kerajaan Kalingga, terutama jalur perdagangan dan politik kerajaan.
Saat ini jalan raya pantura menjadi infrastruktur penting sebagai lalu lintas utama jalan trans Jawa, terlebih sebelum dibangunnya jalan tol trans Jawa. Sebagai penghubung kota-kota besar, seperti Surabaya, Semarang, Cirebon dan Jakarta.
Bentangannya dari arah timur ke barat, dimulai dari gerbang masuk kota di kecamatan Ulujami, kemudian melewati kecamatan Comal, terus bergeser ke barat melewati kecamatan Ampelgading, kecamatan Petarukan, lalu kecamatan Taman, dan berakhir di pintu gerbang Selamat Jalan di desa Lawang Rejo, kecamatan Pemalang Kota.
Kondisi jalan raya pantura sebagai jalan trans nasional di Pemalang termasuk bagus, dengan material jalan beraspal hotmik, ada juga yang ber-cor beton.
Namun jika malam hari, jalan raya ini, terutama antara barat jembatan Comal sampai jalan raya Kalirandu-Petarukan kurang penerangan lampu jalan, sehingga rawan kecelakaan lalu lintas dan kejahatan.
Jika anda melewati jalan raya pantura di Pemalang, tingkat kenyamanan dan keamanan tidak perlu khawatir, karena pihak keamanan Polres Pemalang rutin menggelar operasi memantau keamanan jalan pantura. Di samping itu, kerawanan karena sepinya keadaan jalan raya karena beralih ke jalan tol tidak terjadi. Jalan pantura di Pemalang tetap ramai pada pagi sampai malam hari (Ragil)











