“Kami tidak akan memberikan toleransi kepada siapapun yang mencoba mengotori bumi ulama besar dengan kegiatan maksiat,” tegasnya.
DKR juga berencana memberikan apresiasi kepada simpatisan dan kader yang dapat memberikan bukti akurat mengenai kontrakan atau rumah kos yang terlibat dalam praktik tersebut.
Aksi Mandiri Jika Diperlukan
Meskipun DKR menyadari bahwa wewenang penegakan hukum bukan berada di tangan mereka, Dusman menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam.
“Jika Satpol PP dan kepolisian tidak mampu merespons keresahan masyarakat, terpaksa kami harus bergerak secara mandiri,” ungkapnya.

Di antara lokasi yang disinyalir menjadi tempat transaksi prostitusi adalah beberapa kontrakan di Jalan Raya Rajeg Tanjakan, RT 04 RW 01 Pabuaran. Lokasi ini dipilih karena posisinya yang sedikit tersembunyi, memudahkan para pelaku untuk beroperasi tanpa terdeteksi.














