“Memang sengaja kesini (buat salat id), soalnya setiap tahun masjid ini sebagai pusat pelaksanaan ibadah salat id,” sebut pria separo baya itu sambil tangan memainkan baju koko putih yang dikenakannya.
Pada kesempatan itu, Ustad Alfisah dalam penyampaian khotbahnya bertausyiah perihal kegembiraan dalam kesucian yang sudah melewati sebulan penuh puasa untuk menjadi insan yang kembali beriman.
Sebagai informasi, Masjid Raya Sungai Limau terletak di dalam pasar rakyat tradisional yang berjarak sekitar lebih kurang 200 meter dari bibir batang air kuranji dilanda banjir beberpa hari lalu. Sehingga masjid di genang air mencapai lutut orang dewasa.
“Banjir sebulan lalu itu, sangat luar biasa sehingga masjid ini digenananggi air. Sebelumnya, juga ada banjir, tapi tidak separah bulan lalu kemaren,” sebut tokoh masyarakat Ajo Af tanjung usai salat id.
Menurutnya, banjir tersebut akibat rusaknya tanggul cek dam yang ada di Batang Air Sungai Limau. Ia menyebutkan, pelaksanakan pembangunan tanggul Cekdam itu telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat. Hingga saat ini, pembangunan itu dihentikan oleh pemerintah daerah dengan alasan menyelamatkan uang negara.
“Pada pelaksanaan pembangunan Cekdam yang baru terealisai beberapa persen dari bobot kerja, pemda langsung mambacklist rekanan yang ditujuk sebagai pemenang tender. Dengan alasan bobot kerja tidak sesuai dengan progres yang di sepakati. Sehingga proyek ini mangkrak,” sebut Ajo Af tanjung.








