Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf RI, Yuana Rochma Astuti, menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem digital dilakukan oleh semua kementerian dan lembaga. Hal ini mendorong indeks kinerja pariwisata Indonesia yang meningkat dari peringkat ke-32 menjadi peringkat ke-22 dunia.
Pengembangan ekosistem digital pada sistem pembayaran turut mendukung GBBI dan GBWI, salah satunya melalui pengembangan dan implementasi QRIS Cross Border.
Penggunaan QRIS Cross Border oleh wisatawan memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan berwisata di Bali, sehingga berpotensi menambah length of stay wisatawan. Di sisi lain, kemudahan dan kenyamanan tersebut perlu juga didukung dengan standar keamanan di tempat wisata sehingga menghasilkan quality tourism di Bali.
Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan, menyampaikan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM. Hal ini tercermin dari 96,2% merchant QRIS di Bali yang merupakan UMKM (UMKM Go Digital).
Untuk memperluas akseptasi digital di Provinsi Bali, Bank Indonesia bekerjasama dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, industri sistem pembayaran (bank dan non bank), dan otoritas terkait lainnya untuk bersama-sama membangun ekosistem kawasan digital secara end-to-end di seluruh kabupaten/kota. Sinergi dan kolaborasi bersama ini (the power of we) akan mengakselerasi konektivitas digital sistem pembayaran antara konsumen dan pelaku usaha.













