Video

Perkara Bank DKI dan Nasabah Judi Prabowo, Pengacara: Bank DKI Diduga Gelapkan Dana Nasabah

2538
×

Perkara Bank DKI dan Nasabah Judi Prabowo, Pengacara: Bank DKI Diduga Gelapkan Dana Nasabah

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KOTA TANGERANG – Judi Prabowo nasabah debitur Bank DKI Cabang Tangerang City didampingi kuasa hukumnya Hasan Bisri, S.H., MKn. menduga adanya suatu tindakan pemaksaan atau penipuan dari Bank DKI, untuk memaksa Judi Prabowo mengikuti program relaksasi, dibanding untuk melunasi sisa kewajibannya kepada Bank DKI, karena nilai pelunasan di April 2020 lebih besar setelah adanya relaksasi.

Hasan Bisri kuasa hukum Judi Prabowo mengatakan Judi Prabowo pada tanggal 28 April 2020 mau melakukan pelunasan seluruh sisa kewajiban hutangnya kepada Bank DKI saat adanya pandemi Covid-19.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

“Waktu itu informasi pegawai Bank DKI, pengajuan permohonan pelunasan Judi Prabowo prosesnya telah diteruskan ke Kantor Pusat Bank DKI, sementara menunggu persetujuan pelunasan, Pegawai Bank DKI mengarahkan Judi Prabowo untuk mengikuti program Relaksasi Pandemi Covid-19 dengan kewajiban pembayaran setiap bulannya, hanya membayar Bunga Berjalan sebesar Rp.1.182.965,- dan pada saat relaksasi itu berjalan, Judi Prabowo tidak menerima dokumen apapun. Hal tesebut dilakukan oleh Judi Prabowo hanya untuk menghindari Balck List Slik OJK atau BI Checking sampai dengan diterimanya konfirmasi persetujuan pelunasan dari Bank DKI, “Ujarnya kepada awak media, Kamis (7/9/2023).

BACA JUGA :  Satbrimob Polda Banten Lakukan Pengamanan Unjuk Rasa Aliansi Buruh di Plotingan Pintu 2 KP3B

“Terkait dokumen Restrukturisasi/Relaksasi, Judi Prabowo hanya menerima dokumen pada periode relaksasi kedua tanggal 10 Februari 2021, selebihnya tidak terima. Dan dokumen tersebut hanya ditandatangani oleh Judi Prabowo saja, selebihnya masih kosong, belum terisi (blank), sehingga dalam hal ini sangat jelas dan terang bahwa Bank DKI patut diduga telah melakukan perbuatan/tindakan penipuan dan/atau pemalsuan data/dokumen, jika terdapat dokumen lain yg telah terisi data, “Ucapnya.