Tangerang Raya

Proyek Drainase Binong Diduga Asal Jadi, Warga: Motor Banyak yang Jatuh

389
×

Proyek Drainase Binong Diduga Asal Jadi, Warga: Motor Banyak yang Jatuh

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, KABUPATEN TANGERANG – Proyek pembangunan drainase di Jalan Dumpit Raya, Kampung Peusar, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali menambah daftar panjang pekerjaan infrastruktur yang disorot publik. Alih-alih memberi manfaat, pekerjaan yang diduga kuat dikerjakan secara asal-asalan ini justru memicu keresahan warga.

Pada pantauan Nasional Xpos, Jumat (21/11/2025), terlihat jelas saluran drainase dibangun tanpa alas dasar (flooring). Galian tanah hasil pengerjaan pun dibiarkan berserakan di badan jalan tanpa wadah penampungan, menjadikan kondisi jalan licin dan becek ketika hujan turun.

“Kalau hujan licin sekali, motor banyak yang jatuh,” keluh salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Temuan lainnya tak kalah serius. Hingga pekerjaan berlangsung, tidak ada papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam Peraturan Presiden tentang transparansi pelaksanaan kegiatan publik.

Ketiadaan papan proyek ini secara otomatis membuat masyarakat tidak mengetahui:

  • Sumber anggaran
  • Nilai anggaran
  • Masa pelaksanaan
  • Kontraktor pelaksana
  • Instansi penanggung jawab

Padahal, proyek fisik yang menggunakan dana publik wajib menampilkan informasi tersebut sejak hari pertama pekerjaan dimulai.

Seorang mandor lapangan yang memperkenalkan diri sebagai Andi menyebut bahwa pekerjaan drainase tersebut terkait dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang berinisial H.

Andi juga menyebut nama Adit sebagai pelaksana di lapangan, yang menurutnya memiliki hubungan keluarga dengan pihak yang disebut.

Ketika ditanya soal ketiadaan papan proyek, Andi berdalih:

“Papan proyek sedang diambil pihak pelaksana,” ujarnya singkat.

Namun hingga waktu temuan ini diberitakan, papan proyek tidak terlihat di lokasi, dan tidak ada aktivitas pemasangan.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak terkait baik pelaksana proyek, pengawas lapangan, maupun dinas teknis Pemerintah Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi atas temuan dugaan pelanggaran teknis dan administrasi yang terjadi dalam proyek tersebut.

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah untuk memastikan apakah proyek drainase di Binong telah sesuai standar, atau justru menjadi contoh nyata lemahnya pengawasan dan dugaan permainan anggaran di tingkat daerah. (Adit Edi S)

Tinggalkan Balasan