“Bukan sekali dua kali, hampir tiap malem petugas dateng sebentar terus pegi lagi, bukan petugas doang mereka juga dijagain sama oknum anggota ormas, Oknum anggota LSM nggak jarang Oknum wartawan juga ada yang nongkrongin tempat itu, kalau angka mah kita ngga tau dah intinya mah banyak dah diduga dapet jatah,” kata dia.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Dengan begitu, Ia pesimis pemerintah dan aparat penegak hukum dapat membongkar lokasi yang diduga menjadi sarang maksiat yang disinyalir bangunannya berdiri diatas tanah negara dan melanggar aturan yang telah ditetapkan.
“Yah itumah udah biasa begitu bosen kita dengernya, Razia, Razia, Razia, besok geh buka lagi, itu bangunan tadinya semi permanen coba dah liat sekarang idih udah permanen semua itu kalau ngga salah itu tanah punya PU, tanah negara kalau mereka ngga merangkul orang kuat mana mungkin bisa segede itu sekarang,” ujar dia.
Terpisah, H. Nurhanudin Camat Pasar Kemis saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut, menurut dia dugaan kebocoran informasi atas kegiatan razia yang dilakukannya belum dapat dipastikan sumbernya sehingga dirinya belum dapat menyimpulkan dugaan tersebut.















