Daerah

Rp28 Miliar Buat Internet Tangsel, Emang Antenanya Mau Sampai Bulan?

0
×

Rp28 Miliar Buat Internet Tangsel, Emang Antenanya Mau Sampai Bulan?

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image nlgfrnlgfrnlgfrn 1

TANGERANG SELATAN — Rp28 miliar buat internet Tangsel. Emang antenanya mau sampai bulan?

Celetukan itu disampaikan M. Lutfi, Koordinator Aliansi Masyarakat Banten Peduli (AMPIBI), Jumat (18/9/2026), saat mempertanyakan anggaran internet Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang nilainya mencapai sekitar Rp28 miliar.

Advertisement
Banner dalan konten ‎file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Rp28 miliar buat internet? WiFi-nya mau dipasang sampai bulan apa gimana?” celetuk Lutfi.

Menurut Lutfi, angka sebesar itu layak ditanyakan secara terang. Masyarakat perlu tahu internet tersebut digunakan untuk apa, berapa kapasitasnya, berapa titik yang dilayani, dan bagaimana perhitungan anggarannya.

Lutfi menegaskan uang yang dipakai merupakan anggaran pemerintah.

“Itu duit rakyat, bukan duit bapak moyangnya Benyamin Davnie,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa APBD juga berasal dari penerimaan daerah yang dibayar masyarakat melalui pajak dan sumber pendapatan lainnya.

“Lain halnya kalau kita mempertanyakan harta pribadi Benyamin Davnie. Inimah duit kita, duit rakyat yang udeh kita bayar pajak,” katanya.

Lutfi meminta rincian belanja tersebut dibuka kepada masyarakat.

“Rp28 miliar itu kalau buat WiFi, sinyalnya jangan-jangan bisa tembus bulan. Makanya jelasin saja, beli apa, berapa kapasitasnya, dipakai di mana, penyedianya siapa,” ujarnya.

Pertanyaan itu kemudian dikonfirmasi kepada Ahmad Syatiri di lingkungan Diskominfo Tangsel.

NasionalXpos mengirimkan permintaan konfirmasi melalui WhatsApp pada Jumat (18/9/2026). Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.

Konfirmasi dilanjutkan melalui sambungan telepon. Respons juga belum didapat.

“Telepon pun tak mendapatkan respon, entah sibuk apa pura-pura sibuk?” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, pertanyaan mengenai Rp28 miliar tersebut sebenarnya sederhana.

“Kalau memang semuanya jelas, ya tinggal dijelaskan. Rakyat nanya uang rakyat dipakai buat apa. Masa jawabannya lebih susah daripada nyari WiFi?” katanya.

Nilai sekitar Rp28 miliar tersebut menjadi perhatian karena menyangkut penggunaan anggaran pemerintah dalam jumlah besar.

Lutfi meminta Pemkot Tangsel menjelaskan kebutuhan, kapasitas layanan, titik penggunaan, penyedia, serta dasar perhitungan anggaran internet tersebut.

Sampai berita ini diterbitkan, Ahmad Syatiri belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi melalui WhatsApp maupun telepon.

NasionalXpos membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Ahmad Syatiri maupun Diskominfo Kota Tangerang Selatan terkait belanja internet sekitar Rp28 miliar tersebut.

Tinggalkan Balasan