Daerah

Sekda Mie Go Beri Pesan ke ASN Pangkalpinang Upgrade Kompetensi Diri Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

185
×

Sekda Mie Go Beri Pesan ke ASN Pangkalpinang Upgrade Kompetensi Diri Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, PANGKALPINANG – Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116 (Harkitnas), di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (20/5/2024).

Pada Harkitnas dengan tema “Bangkit untuk Indonesia Emas” ini, Mie Go membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, menyampaikan tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.

BACA JUGA :  Bupati Padang Pariaman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2022

Sebelum Boedi Oetomo, adalah Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia. Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu. Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia.

BACA JUGA :  Raperda Pemkot Pangkalpinang Disetujui DPRD Kota

Embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para “kaum muda” sebagai “embrio bangsa”. Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”. Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah “jembatan emas” yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.