Video

Yayasan Islam an-Nahl Darrusalam Butuh Perhatian Pemerintah

1030
×

Yayasan Islam an-Nahl Darrusalam Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

NASIONALXPOS.CO.ID, BEKASI – Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Sedangkan sekolah adalah lembaga untuk para siswa pengajaran siswa/murid di bawah pengawasan guru. Tempat dimana proses belajar mengajar diselenggarakan baik oleh pemerintah, maupun pihak swasta.

Advertisement
Scroll Kebawah Untuk Lihat Berita

Pentingnya peran serta pemerintah dalam pendidikan menjadi sasaran utama untuk kelancaran proses belajar mengajar.

Seperti halnya dengan harapan besar dari pemilik sekaligus pengurus Yayasan an-Nahl Darrusalam yang beralamat di kampung Babakan Pasar, RT 09 RW 01 Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dengan berdirinya yayasan tersebut ditujukan untuk mencerdaskan anak bangsa, agar para santrinya bisa mengenyam sebuah ilmu pendidikan, baik agama maupun umum demi masa depan anak muridnya.

BACA JUGA :  Percecokan Pasutri Berujung Maut di Sepatan, Ini Penjelasan Kapolres Metro Tangerang Kota

Arifin mengungkapkan bahwa dirinya sejak tahun 2015 berharap akan ada bantuan dari Dinas Kabupaten maupun pusat. Ironisnya, yayasan tersebut sampai saat ini belum ada bantuan untuk sarana serta prasarana pembangunan untuk tempat tinggal para anak didik. Bahkan pembangunan yang sedang bejalan pun harus tertunda, belum ada atapnya akibat keterbatasan biaya.

“Yayasan an-Nahl Darrusalam sendiri sudah terdaftar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kami berharap semoga dari Dinas terkait lebih memperhatikan, dan dapat membantu bidang pembangunanya bahkan dari pemerintahpun jika ada bantuan entah itu dari provinsi maupun daeah itu suatu harapan buat yayasan an-Nahl Darrusalam,” ujar Arifin saat diwawancarai oleh awak media nasionalxpos.co.id.

“Karena hal ini sangat urgent, dan sangat perlu, mudahan-mudahan pemerintah dan para pemerhati di bidang pendidikan dapat membantu para santri. Kami sudah terdaftar PKBM yang notabene itu tiap hari belajar mengajar, untuk pembangunan memang kami sangat perlu, karena kalau kita lihat mereka para santri tidur masih memakai bambu, karena gedung pun belum jadi, maka harapan saya kalau gedung ini sudah jadi para santri bisa tidur disini,” papar Arifin.

“Kami sangat memikirkan, sebab banyak dari warga yang menitipkan putra putrinya, dengan program PKBM Ihklas Bersama, tapi nyantri. Apabila bagunan ini sudah jadi, nantinya akan dipisahkan untuk santri lelaki, dan santri perempuan,” pungkas Arifin. (Pirman)