Daerah

Museum Sriwijaya Dharmakirti Diresmikan, Al Haris: Rekam Jejak Peradaban Jambi Secara Utuh

5
×

Museum Sriwijaya Dharmakirti Diresmikan, Al Haris: Rekam Jejak Peradaban Jambi Secara Utuh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260802 WA0084 1
Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan sambutan pada peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah, riset, pendidikan, dan budaya yang merekam jejak peradaban Jambi secara utuh serta memperkuat langkah Muaro Jambi menuju Warisan Dunia UNESCO. Foto: Istimewa

NASIONALXPOS.CO.ID, MUARO JAMBI – Peresmian Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi menjadi tonggak penting dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menyebut kehadiran museum tersebut sebagai rekam jejak peradaban Jambi yang utuh sekaligus sarana pendidikan, penelitian, dan pengembangan budaya.

Museum tersebut diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Jumat (31/7/2026). Acara turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati Muaro Jambi, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, Wakil Ketua TP PKK Hj. Iin Kurniasih, serta Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengatakan pembangunan Museum Sriwijaya Dharmakirti merupakan berkah besar bagi masyarakat Jambi. Menurutnya, selama ini kawasan Candi Muaro Jambi menyimpan banyak sejarah yang belum sepenuhnya terungkap kepada publik.

“Selama ini kita sudah memiliki Candi Muaro Jambi, tetapi masih banyak sejarah yang belum terbuka. Kehadiran museum ini menjadi miniatur sejarah masa lampau yang merekam perjalanan peradaban, mulai dari era Buddha, Islam hingga perkembangan Jambi saat ini,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan museum tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat penelitian dan pendidikan bagi generasi mendatang.

Selain itu, Al Haris mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pengembangan kawasan Muaro Jambi, termasuk mendorong peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

Menurutnya, status tersebut akan mempermudah akses wisatawan, peneliti, serta para Bhante dan Biksu dari berbagai negara seperti Thailand, China, dan India yang memiliki keterkaitan dengan sejarah peradaban Buddha di Muaro Jambi.

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan agar bandara di Jambi ditingkatkan menjadi bandara internasional. Dengan begitu, wisatawan maupun tokoh agama dari luar negeri dapat datang langsung ke Jambi,” katanya.

Al Haris juga berharap Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi segera ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Menurutnya, setelah Geopark Merangin berhasil memperoleh pengakuan UNESCO, Muaro Jambi memiliki potensi besar menjadi kebanggaan baru Provinsi Jambi di tingkat dunia.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan Museum Sriwijaya Dharmakirti disiapkan sebagai laboratorium riset kebudayaan yang mampu menjembatani sejarah masa lalu dengan pembangunan masa depan.

“Mari kita jadikan Museum Sriwijaya Dharmakirti sebagai jembatan antara ingatan masa lalu dan rancangan masa depan, antara pengetahuan lokal dengan percakapan global, serta antara pelindungan warisan budaya dan kesejahteraan masyarakat,” kata Fadli Zon.

Ia menegaskan museum harus menjadi pusat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan penelitian lintas disiplin, mulai dari arkeologi, sejarah, konservasi, hidrologi, bahasa, digitalisasi hingga ekonomi budaya.

Menurut Fadli, keberhasilan revitalisasi kawasan Muaro Jambi juga memerlukan pembangunan ekosistem budaya yang melibatkan masyarakat, seperti pengembangan pasar budaya, festival, pusat kuliner, perpustakaan, hingga pusat suvenir.

“Ke depan kami berharap kawasan ini menjadi pusat edukasi sekaligus kantong budaya yang hidup melalui berbagai festival budaya, etalase warisan budaya tak benda, kuliner khas Jambi, hingga pengalaman digital yang menarik bagi pengunjung,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menjelaskan pembangunan museum dilakukan secara hati-hati melalui kajian arkeologi sebelum konstruksi dimulai.

Menurutnya, museum yang berdiri di atas lahan seluas 29 hektare tersebut dibangun setelah dilakukan uji tanah arkeologi untuk memastikan pembangunan tidak merusak struktur cagar budaya yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Dengan diresmikannya Museum Sriwijaya Dharmakirti, Pemerintah berharap kawasan Muaro Jambi semakin berkembang sebagai pusat pelestarian sejarah, penelitian, pendidikan, serta destinasi wisata budaya bertaraf internasional yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (fa)

Tinggalkan Balasan