Karena tentunya, imbuh Bang Encing, bilamana pihak keluarga kami (pasien) dilayani dengan nyaman, maka tidak mungkin sampai ingin pindah ke rumah sakit umum.
“Itu bukti nyata, bahwa keluarga kami tidak mendapat layanan secara baik. Mengenai SOP, kami tak paham standar yang mereka pakai. Cuma intinya, keluarga kami tak mendapat layanan yang baik dari RS Elizabeth. Ini fakta yang terjadi di lapangan,” bebernya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
Menurut Bang Encing, pernyataan RS Elizabeth terkait SOP yang tengah diberitakan positif oleh media lain, menurutnya, itu merupakan hak mereka. Kendati demikian, pihaknya tetap mengaku kecewa atas layanan RS Elizabeth yang selama dua hari kemarin disinyalir tidak memberikan pengobatan secara optimal kepada pasien.
“Terbukti, saudara kami saat itu tetap meronta-ronta kesakitan,” kesalnya.
Bilamana ahli medisnya dirasa kurang, lanjut Bang Encing, seharusnya pihak RS Elizabeth bisa menambah lagi tenaga spesialis nya. Ini biar semua pasien yang mau berobat, tidak sampai lambat dalam penanganan, sehingga warga yang sakit dapat cepat disembuhkan.
Dalam pernyataan berikutnya, ia menjelaskan terkait klaim RS Elizabeth yang menyebut adanya dokter umum melakukan visite pemeriksaan. Namun pernyataan itu dimentahkannya, karena ia menilai tidak ada bedanya antara dokter dan perawat melakukan kunjungan, disaat mereka tidak pakai bet nama di bajunya.














