Daerah

Marak Peredaran Poppers Obat Perangsang di Yogyakarta, Kapolresta: Segera Kita Atensi

2402
×

Marak Peredaran Poppers Obat Perangsang di Yogyakarta, Kapolresta: Segera Kita Atensi

Sebarkan artikel ini
IMG 20240914 WA0006
Keterangan Gambar: Poppers yang dikemas dalam bentuk botol.

“Tentang Poppers ya, jadi Poppers ini obat perangsang yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk berhubungan seksual sesama jenis ya,” kata Suhermanto dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2024).

Menurut Suhermanto, BPOM telah menyatakan bahwa obat itu berbahaya untuk digunakan karena dapat mengakibatkan stroke hingga serangan jantung yang berujung kematian. Obat itu sendiri digunakan dengan cara dihirup oleh kalangan pasangan sesama jenis, terkhusus sesama lelaki.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

“Berbahaya bisa menyebabkan stroke, serangan jantung bahkan bisa kematian,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan dia, pengungkapan peredaran Poppers bermula dari informasi yang diterima oleh polisi dari masyarakat pada Juli 2024. Penangkapan pertama kemudian dilakukan kepada tersangka RCL di wilayah Bekasi.

Kepada penyidik, RCL mengaku sudah mengedarkan obat itu sejak 2017 lewat pasar daring atau marketplace. Lalu, akhirnya diketahui BPOM dan diterbitkan pelarangan obat tersebut.

“RCL mengaku mendapatkan obat tersebut dengan cara mengimpor dari Cina,” ungkap dia.

Tinggalkan Balasan