Daerah

Pemkab dan Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat Desak BBWS Citanduy Normalisasi Aramco Cilongkrang

1416
×

Pemkab dan Ketua DPRD Cilacap Taufik Nurhidayat Desak BBWS Citanduy Normalisasi Aramco Cilongkrang

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2023 05 11 18 55 14 56 f9ee0578fe1cc94de7482bd41accb329

NASIONALXPOS.CO.ID, CILACAP- Kembali Aramco milik Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS) yang berkantor di Banjar Patroman menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Desa Tarisi Kecamatan Wanareja yang langganan banjir akibat aliran sungai Afor yang tidak berfungsi dengan baik ditambah Aramco yang bermasalah yang berada di Desa Cilongkrang akibatkan banjir di beberapa dusun yang ada di Deda Tarisi.

Advertisement
file 00000000f95871fa8381970073c004f3
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.

Baca Juga: Puskesmas Wanareja 2 Adakan Pengobatan Gratis Bagi Warga Korban Banjir di Tarisi

Pejabat Bupati Cipacap Yunita Dyah Suminar menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan BBWS Citanduy terkait permasalahan banjir di Tarisi.

“Saya selaku Penjabat Buapti aian menyurati BBWS Citanduy agar bisa sesegera mungkin memperbaiki Aramco yang ada di Desa Cilongkrang, “, terang Yunita.

Sementara itu Ketua DPRD Cilacap, Taufi Nurhidayat menegaskan, bahwa BBWS Citanduy itu bulan milik Banjar Patroman, BBWS Citanduy itu milik Kementrian atau Pemerintah Pusat, terkait Aramco yang tidak normal harus segera diselesaikan, kata Taufik saat menunjau Aramco di Cilongkran Senin 8 Mei 2023.

“Akibat Aramco yang bermasalah, imbasnya sektor pertanian atau persawahan di Desa Tarisi sangat terganggu bahkan beberapa dusun yang ada juga mengalami banjir saat terjadi hujan Exstrim, “, tegas Taufik.

Menurut Taufik, selama untuk kepentingan masyarakat Cilacap maka Pemkab dan DPRD Cilacap akan berjuang agar kedepanya masalah banjir yang diakibatkan konstruksi Aramco yang kurang berfungsi dengan baik bisa diperbaiki.

Sebanyak ratusan hektar sawah yang ada di Desa Tarisi saat ini menjadi sebuah rawa yang tidak produktif, situasi ini bisa mengganggu produksi padi di Cilacap. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan