by

Rakor Bahas Gabah dan Persiapan Pupuk Masa Tanam II Tahun 2021

-Daerah-163 views

NASIONALXPOS.CO.ID, BLORA – Bertempat di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, Bupati Arief Rohman, didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, memimpin rapat koordinasi membahas harga gabah dan distribusi pupuk di wilayah Kabupaten Blora, Senin (15/3/2021).

Bupati menyampaikan keprihatinan atas kondisi harga gabah yang turun dimasa panen raya saat ini sehingga dengan diadakan rakor ini diharapkan dapat diambil langkah-langkah terbaik untuk nasib para petani di Kabupaten Blora. Kami mohon masukannya dari Tim KP3 dan Bulog, tolong beri masukan dan pendapatnya, langkah-langkah penyerapan gabah seperti apa yang dapat dilakukan untuk menyerap panenan petani. Karena sebagian petani di wilayah Kabupaten Blora saat ini sudah memasuki masa tanam kedua.

“Setelah rapat rapat diambil rekomendasi terbaik untuk petani di wilayah Kabupaten Blora, baik itu untuk penyerapan gabah maupun distribusi pupuk,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menyampaikan terimakasih dan respon cepat dari Bupati-Wakil Bupati Blora dalam menangkap kegelisahan petani atas turunnya harga gabah serta distribusi pupuk di masa tanam kedua.

“Beberapa kali kami telah membuat jadwal turun ke lapangan, untuk hasil aspirasi masyarakat, tolong Kepala Dinas Pertanian untuk memberikan penjelasan soal gabah, serta Kadindagkop dan UMKM untuk memberikan penjelasan terkait distribusi pupuknya,” ucap Sekda.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti, dalam laporannya menyampaikan beberapa hal terkait lahan panen, hasil gabah kering, gabah kering giling serta beras di bulan Januari-April 2021 untuk wilayah Kabupaten Blora, “Kami laporkan kepada Bupati bahwa masa panen raya untuk wilayah Blora jatuh pada bulan ini, dan perhitungan kami sampai dengan bulan April 2021 total luas lahan panen 58.544 ha dengan hasil total 373.453 ton gabah kering panen apabila dikonversikan menjadi gabah kering giling total 321.244 kg dan setelah menjadi beras dihasilkan 205.660 ton,” lapor Reni.

Selanjutnya, Reni menyampaikan bahwa panen saat ini harga cenderung turun dikarenakan musim La Nina yang cenderung basah dan mempengaruhi kadar air.

“La Nina yang cenderung basah membuat kadar air tinggi sehingga mempengaruhi harga gabah dengan selisih antara Rp. 800- Rp.1000 per kg, sementara saat ini adalah puncak panen raya,” kata Reni.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Kabupaten Blora, Budi Sulistiyono, menyampaikan bahwa Bulog sebagai mitra pemerintah siap membeli gabah dengan harga Rp. 5.300 per kg dengan ketentuan kadar air 14% dan kadar hampa/kotoran 3%.

“Bulog siap membeli gabah dengan harga Rp. 5.300 per kg apabila kadar air 14% dan kadar hampa/kotoran tidak lebih dari 3%. Penyerapan gabah akan kami tindaklanjuti dengan mengadakan rapat serapan gabah dengan 13 mitra bulog yang ada di Kabupaten Blora pada hari Rabu mendatang,” lapor Budi Sulistiyono.

Terkait dengan distribusi pupuk bersubsidi yang harus menggunakan kartu tani, Kepala Dindagkop dan UMKM Kabupaten Blora melaporkan akan mengadakan koordinasi dengan Bank penerbit.

“Perihal distribusi pupuk bersubsidi saat ini terkendala dengan belum terbitnya sekitar 25.000 kartu tani, sementara penebusan pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani. Sehingga, hari ini juga akan kami tindak lanjuti dengan BRI selaku Bank penerbit kartu tani,” lapor Sarmidi.

Rapat yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekda, Asisten Sekda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dindagkop dan UMKM, Kepala Dinas PMD, Kepala Gudang Dolog, Distributor Pupuk dan Camat se-Kabupaten Blora. (Hans)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed