NASIONALXPOS.CO.ID, BALI – Tiga puluh tahun lebih sudah kebersamaan mereka sejak terakhir kali berpameran sebagai kelompok pada tahun 1991, kini Kelompok 7 memutuskan berjumpa kembali dalam pameran yang berjudul “Pinara Pitu”. Yang digelar di Griya Santrian Hotel, Sanur Bali.
Oleh kelompok 7 pameran ini tidak hanya dimaknai sebagai pameran reuni biasa, namun ada pula hal-hal yang ingin mereka bagikan kepada publik seni rupa Bali.
Pameran yang berkolaborasi dengan Gurat Art Project ini selain menghadirkan karya terbaru dari tiap-tiap anggota Kelompok 7 , juga menampilkan arsip-arsip perjalanan mereka sebagai sebuah kelompok serta bagaimana kehadiran mereka dalam medan sosial seni rupa Bali pada awal dekade 90an.
“Kami memamerkan karya karya pada waktu kami pertama kali pameran di musium Neka, dan Musium Rudana. Kami ada ruang arsip yang menceritakan perjalanan kami dalam pameran, sebuah arsip, sebuah catatan perjalanan bukan hanya rekaman-rekaman yang mengajak kita bernostalgia, apa yang bisa kita lihat dari sebuah arsip adalah sebuah data, pembelajaran tentang masa lalu untuk menatap masa kini,” Jelas salah satu peserta pameran Nyoman Erawan saat pembukaan, jumat (5/7/2024).
Kehadiran Kelompok 7 sebagai sub-kelompok berbasis angkatan dalam tubuh SDI kala itu merupakan sebuah tradisi baru dalam tubuh SDI yakni adanya pola pergerakan yang lebih ramping dalam tubuh SDI muncul pada generasi 80an, Kelompok 7 mulai kegiatan mereka dengan berpameran di Museum Neka pada tahun 1990.
Sebagian eksponen Kelompok 7 dari waktu ke waktu terus bergerak dalam wilayah artistik meraih eksistensi sebagai pelaku seni yang aktif dalam medan seni rupa Bali sejak dekade 1990an hingga kini seperti Made Djirna, Made Budhiana, Nyoman Erawan, dan Nyoman Wibawa, sebagian lagi memilih jalur berkesenian dan mengabdikan diri pada dunia pendidikan seni dengan menjadi pendidik di ISI Bali seperti Made Bendi Yudha, Made Ruta, dan Made Sudibia.







