Tangerang Raya

Solahudin 5 Tahun Terbaring karena Stroke, Keluarga Bertahan dari Jualan Air Isi Ulang

10
×

Solahudin 5 Tahun Terbaring karena Stroke, Keluarga Bertahan dari Jualan Air Isi Ulang

Sebarkan artikel ini
IMG 20260819 WA0033

NASIONALXPOS.CO.ID, TANGERANG — Kisah pilu datang dari Kampung Kongsi Baru, RT 004/001, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Solahudin, seorang warga setempat, disebut telah menderita stroke selama kurang lebih lima tahun hingga membuatnya hanya bisa berbaring dan menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga Solahudin juga harus menghadapi keterbatasan ekonomi. Sang istri selama ini berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan air isi ulang milik orang lain di depan rumah.

Hasil dari berjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk dua anak mereka. Salah satu dari dua anak tersebut disebut merupakan anak berkebutuhan khusus, sehingga kondisi keluarga ini semakin membutuhkan perhatian dan dukungan.

Menurut keterangan tetangga yang menghubungi redaksi NasionalXpos.co.id dan meminta identitasnya tidak disebutkan, selama ini Solahudin dan keluarga juga harus berjuang memenuhi kebutuhan pengobatan.

“Selama ini berobat sendiri. Yang punya BPJS KIS cuma istrinya,” ungkap sumber tersebut.

Ia mengatakan kondisi keluarga Solahudin sangat memprihatinkan. Selain Solahudin yang telah mengalami stroke selama sekitar lima tahun, istrinya juga disebut menderita penyakit asam lambung selama kurang lebih satu tahun.

“Keadaannya sangat memprihatinkan. Suaminya sakit stroke selama lima tahun, ditambah istrinya menderita asam lambung selama satu tahun,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Menurut penuturan tetangga tersebut, keluarga Solahudin disebut belum mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Padahal, kondisi ekonomi dan kesehatan keluarga tersebut dinilai membutuhkan perhatian.

“Istrinya bilang RT sudah tahu dan katanya sudah diajukan, tetapi sampai sekarang belum ada,” lanjutnya.

Ia juga mempertanyakan perhatian aparatur lingkungan terhadap kondisi keluarga tersebut.

“Pengurus RT, RW, kader atau kepala desa masa tidak tahu keadaan warganya?” katanya.

Kondisi Solahudin dan keluarganya kini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka berharap pemerintah desa, pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat turun langsung melihat kondisi keluarga tersebut dan memastikan status pendataan serta bantuan sosial yang mungkin menjadi hak mereka.

Selain bantuan pemerintah, warga juga berharap ada kepedulian masyarakat maupun dermawan yang bersedia membantu meringankan beban keluarga Solahudin, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan.

Redaksi NasionalXpos.co.id masih membuka ruang konfirmasi kepada Pemerintah Desa Mekarsari, pengurus RT/RW, serta instansi terkait mengenai kondisi keluarga Solahudin, kepesertaan BPJS Kesehatan, pendataan bantuan sosial, serta pengajuan bantuan yang disebut telah dilakukan.

Tinggalkan Balasan