“Saya harap media juga bantu menginformasikan kondisi yang sudah padam. Jangan sampai tayangan yang lama membuat pusat mengira api masih ada. Padahal sudah padam. Ini penting untuk kepercayaan publik dan koordinasi nasional,” ujarnya.
Berdasarkan data cuaca per 28 Juli 2025, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas tanah masih tinggi, terutama di wilayah Tanjab Barat, Tebo, Bungo, Muaro Jambi, Tanjab Timur, Batanghari, dan sebagian Sarolangun. Gubernur menegaskan, penanganan Karhutla akan terus digencarkan, termasuk penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat berita lainnya.
“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen penuh melalui sinergi dan upaya konkret untuk mencegah dan menangani Karhutla secara total,” tutup Al Haris. (Is)














